Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kemenangan Dewa United Sisakan Rasa Pahit bagi Riekerink

Kemenangan Dewa United Sisakan Rasa Pahit bagi Riekerink
Dewa United FC saat mengalahkan PSIM Yogyakarta. (Ileague.id)
Sabtu, 04 April 2026 17:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SERANG – Dewa United Banten FC memang berhasil mengamankan tiga poin penuh usai menumbangkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0 di Stadion Internasional Banten, Jumat (3/4/2026) kemarin. Namun, kemenangan tersebut menyisakan rasa pahit bagi sang juru taktik, Jan Olde Riekerink.

Alih-alih merayakan hasil positif di pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 tersebut, pelatih asal Belanda ini justru meluapkan keresahannya terhadap kualitas permainan anak asuhnya yang dianggap jauh di bawah standar.

Di saat publik sepak bola Indonesia sering kali mendewakan hasil akhir, Riekerink justru menunjukkan perspektif berbeda. Baginya, kemenangan yang diraih lewat eksekusi penalti Alex Martins pada menit ke-62 itu tidak cukup untuk menutupi minimnya dominasi tim di lapangan.

"Jika saya melihat penampilan kami hari ini, hati sepak bola saya sedikit menangis karena saya tahu seberapa baik kami bisa bermain," ujar Riekerink dalam sesi konferensi pers usai laga.

Ia menyindir fenomena 'asal menang' yang sering ia dengar dari bangku penonton. Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro ini, sepak bola bukan sekadar mengamankan tiga poin, melainkan tentang standar permainan dan hiburan bagi publik.

Keresahan Riekerink bukan tanpa alasan. Tanpa kehadiran empat pilar kunci—Edo Febriansah, Ricky Kambuaya, Noah, dan Damion Lowe— yang sedang membela timnas Jamaika, Dewa United tampak kehilangan kendali, terutama di sektor tengah.

Lebih lanjut mantan pelatih Galatasaray ini menegaskan bahwa meskipun menang dengan performa buruk adalah hal biasa dalam sepak bola, ia menolak menjadikannya kebiasaan di Dewa United.

"Itu (menang dengan cara seperti ini) adalah salah satu cara untuk memenangkan pertandingan, tetapi itu bukan cara saya," tegasnya.

Meski tetap memuji semangat juang dan soliditas ruang ganti, Riekerink berjanji akan melakukan evaluasi total. Dengan delapan pertandingan tersisa di musim ini, ia menuntut Banten Warriors untuk kembali ke identitas permainan mereka yang dominan dan atraktif, bukan sekadar menang karena faktor keberuntungan atau situasi bola mati. ***

wwwwww