Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
47 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
44 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
41 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Cendekia

Taktik Licik Penyelundupan Dalam Boneka, Jaringan Pemasok Narkoba Dumai Menghilang

Taktik Licik Penyelundupan Dalam Boneka, Jaringan Pemasok Narkoba Dumai Menghilang
Ko Erwin bandar narkoba tiba di Bareskrim Polri (Ondang/detikcom).
Rabu, 04 Maret 2026 07:16 WIB

JAKARTA - Penangkapan gembong narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin membuka borok peredaran gelap yang menyusup hingga ke jantung institusi penegak hukum. Tiga sosok pengendali utama sindikat ini tengah diburu usai terungkapnya skandal suap miliaran rupiah kepada perwira menengah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelarian Ko Erwin terhenti di atas kapal di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (26/2/2026) saat mencoba menyeberang ke Malaysia. Kini, aparat mengejar tiga kaki tangannya yang resmi berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO), yakni Andre Fernando alias 'The Doctor', A Hamid alias Boy, dan Satriawan.

Jejak rekam jaringan ini menunjukkan keberanian luar biasa dalam merusak sistem hukum. Tersangka Boy diketahui menyerahkan uang pelicin senilai Rp1,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Penyerahan dana kotor ini secara mengejutkan dilakukan di Uma Lengge, bangunan adat yang berada tepat di dalam area kompleks Mapolres Bima Kota.

Skandal penyalahgunaan wewenang ini bergulir semakin jauh. Ko Erwin turut menggelontorkan dana Rp1 miliar kepada Didik demi mengamankan jalur distribusinya. Bahkan, 488 gram sabu diserahkan langsung kepada mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, untuk diedarkan ke masyarakat di Pulau Sumbawa.

Seluruh pasokan barang haram tersebut bermuara pada Andre, warga Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pria berusia 32 tahun ini resmi menyandang status buron dari kepolisian sejak Minggu (1/3/2026). Sepanjang Januari 2026, ia melayani dua kali transaksi pembelian 5 kilogram sabu dari Ko Erwin senilai total Rp800 juta.

Sindikat ini memanfaatkan jalur internasional dari Malaysia melalui perairan Dumai, Riau, untuk menyelundupkan cairan vape yang mengandung etomidate dan happy water. Sementara untuk menyiasati pantauan petugas di jalur darat, mereka menggunakan modus kamuflase pengiriman paket kargo yang rapi.

"Sedangkan untuk narkotika jenis sabu pengirimannya kebanyakan menggunakan kargo uang dimasukkan ke dalam boneka dan dibungkus dalam kotak kado," urai Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso.

Di sisi lain, buronan bernama Satriawan berhasil meloloskan diri saat penggerebekan di rumah seorang warga bernama Anita, Sabtu (24/1/2026). Pengejaran intensif antarwilayah kini terus dilakukan untuk memotong habis urat nadi pasokan jaringan yang memanfaatkan oknum aparat ini.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww