Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Safeguarding Officer NOC Indonesia Ikut Pelatihan Internasional di Singapura

Safeguarding Officer NOC Indonesia Ikut Pelatihan Internasional di Singapura
Safeguarding Officer NOC Indonesia Tabitha Sumendap dan Dr. Sophia Hage bersama perserta pelatihan internasional di Singapura. (NOC Indonesia)
Jum'at, 23 Januari 2026 17:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menegaskan komitmen kuat dalam membangun lingkungan olahraga yang aman, berintegritas, dan berpusat pada perlindungan atlet melalui keikutsertaan dua perwakilan resmi dalam Safeguarding Officer Training di Singapura, 9–14 Januari 2026.

Safeguarding Officer NOC Indonesia Tabitha Sumendap bersama Dr. Sophia Hage, anggota Tim Task Force Safeguarding NOC Indonesia, mengikuti pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh Safe Sport Commission Singapore. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas praktisi safeguarding dalam mencegah, mendeteksi, dan menangani berbagai bentuk kekerasan, pelecehan, serta penyalahgunaan di lingkungan olahraga.

Pelatihan tersebut membahas sejumlah topik krusial, antara lain dampak kekerasan dan pelecehan terhadap korban, pemahaman perilaku pelaku, hambatan dalam pelaporan kasus, penanganan pengungkapan (responding to disclosure), prosedur pelaporan, serta kerangka hukum terkait pelecehan dan kekerasan.

Tabitha Sumendap menegaskan bahwa keikutsertaan NOC Indonesia dalam pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis dan yang dibangun berbasis pengetahuan, praktik internasional, dan pemahaman hukum yang kuat. Pelatihan disampaikan secara aplikatif melalui pembahasan studi kasus nyata, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dibekali kemampuan analisis dan penanganan kasus secara konkret.

“Safeguarding di NOC Indonesia ini merupakan program yang sangat penting. Kami benar-benar serius membangun sistem perlindungan atlet yang kuat, profesional, dan berstandar internasional. Pelatihan ini menjadi bekal penting untuk memperkuat implementasi program safeguarding NOC Indonesia sepanjang 2026 serta dapat langsung diterapkan dalam menangani laporan-laporan safeguarding yang telah masuk, dan diterjemahkan secara nyata dalam program-program ke depan,” ujar Tabitha.

Sementara itu, Dr. Sophia Hage menyoroti pentingnya pendekatan multi-disiplin dalam safeguarding, khususnya dari sisi medis dan psikologis. “Memahami dampak kekerasan dan pelecehan terhadap kesehatan fisik maupun mental atlet sangat krusial. Pelatihan ini membuka perspektif yang lebih komprehensif tentang bagaimana merespons laporan dengan empati, tepat, dan sesuai prosedur hukum,” jelas Sophia.

Keikutsertaan dua perwakilan ini menjadi bagian dari penguatan Program Safeguarding NOC Indonesia 2026 yang sejalan dengan komitmen Olympic Charter dan prinsip Safe Sport. NOC Indonesia menargetkan penerapan safeguarding yang lebih sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan di seluruh aktivitas keolahragaan nasional, demi menciptakan lingkungan yang aman bagi atlet, ofisial, dan seluruh insan olahraga. ***

wwwwww