Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Hiburan

Lewat Film “Sayap Garuda”, Sutradara Tarmizi Abka Suarakan Sekolah Tanpa Kekerasan

Lewat Film “Sayap Garuda”, Sutradara Tarmizi Abka Suarakan Sekolah Tanpa Kekerasan
Sutradara Tarmizi Abka bersama para pemain Film “Sayap Garuda”. (Ist)
Minggu, 18 Januari 2026 00:38 WIB
Penulis: Mambang Yazid
MALANG - Maraknya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah yang kian mengkhawatirkan mendorong sutradara Tarmizi Abka untuk bersuara melalui karya layar lebar. Keresahan tersebut ia tuangkan dalam film terbarunya berjudul “Sayap Garuda”, yang mengangkat isu bullying sebagai persoalan serius dalam dunia pendidikan Indonesia.

Film ini diproduksi bekerja sama dengan Sekolah SUKMA di bawah bendera TRAZZ PICTURES, dengan Malang Raya dipilih sebagai lokasi utama pengambilan gambar.

Bagi Tarmizi, “Sayap Garuda” bukan sekadar tontonan hiburan, melainkan medium edukasi dan refleksi sosial yang menyoroti dampak psikologis perundungan terhadap generasi muda.

“Film ini lahir dari keprihatinan saya melihat semakin banyaknya kasus kekerasan di sekolah. Dunia pendidikan seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar,” ujar Tarmizi Abka.

Untuk memperkuat pesan cerita, Tarmizi menggandeng sejumlah aktor nasional lintas generasi. Yama Carlos dan August Melasz dipercaya menghadirkan kedalaman emosional, sementara Zahwa Malabar serta pendatang baru Enrique Christian Raharja mewakili suara generasi muda yang menjadi korban sekaligus penyintas perundungan.

Melalui pendekatan dramatik yang realistis, film ini menggambarkan bagaimana bullying tidak hanya melukai fisik, tetapi juga meninggalkan trauma mental jangka panjang. Tarmizi menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari rasa takut.

Tak berhenti pada produksi film, Tarmizi Abka juga menginisiasi program Duta Anti-Bullying dengan melibatkan siswa-siswi berprestasi yang ikut ambil bagian dalam film ini. Ia berharap kehadiran mereka mampu menyampaikan pesan penolakan terhadap perundungan secara lebih dekat dan relevan bagi kalangan pelajar.

“Kami ingin mereka menjadi contoh nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Mereka adalah generasi yang berani berkata tidak pada bullying dan membuktikan bahwa prestasi jauh lebih membanggakan daripada kekerasan,” jelasnya.

WartaPKU.com

Lebih jauh, Tarmizi membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah agar “Sayap Garuda” dapat dimanfaatkan sebagai materi edukatif terkait pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan di sekolah-sekolah.

“Ini adalah bentuk kontribusi kami di industri kreatif untuk membantu menyelamatkan masa depan pelajar Indonesia. Lewat film ini, kami mengampanyekan STOP BULLYING agar sekolah kembali menjadi tempat yang nyaman dan membahagiakan,” tegas Tarmizi.

Melalui “Sayap Garuda”, Tarmizi Abka berharap dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama membangun dunia pendidikan yang lebih humanis, aman, dan bebas dari kekerasan.

"Harapannya lagi, kita bisa kerjasama dengan pemerintah untuk menayangkan film ini di seluruh pelajar se Indonesia agar bisa mengambil makna dari film ini yaitu stop bullying," tutup Tarmizi Abka. *
[18.35, 17/1/2026] Yazid Nasution1: Blue Raih Posisi Tertinggi dalam 20 Tahun lewat Album Reflections

JAKARTA - Grup pop Inggris Blue mencetak pencapaian penting di tangga album Inggris awal 2026. Setelah bersaing ketat dalam promosi sepanjang pekan, Blue sukses menempatkan album studio kedelapan mereka, Reflections, di posisi dua UK Albums Chart, sekaligus menjadi pendatang baru tertinggi pekan ini, tepat di bawah Olivia Dean.

Capaian tersebut menjadi posisi terbaik Blue di tangga album Inggris dalam lebih dari 20 tahun terakhir, menandai kembalinya mereka ke jajaran papan atas industri musik Inggris.

Tak hanya itu, album Reflections juga menduduki peringkat satu Official Record Store Chart dan Official Independent Chart, serta tercatat sebagai album terlaris dan paling banyak diunduh sepanjang pekan, didorong oleh rangkaian agenda penandatanganan album di sejumlah toko musik.

Menanggapi pencapaian tersebut, Blue menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada para penggemar.

“Kami tak pernah membayangkan bisa berada di posisi setinggi ini setelah 23 tahun. Kami sangat bersyukur,” ujar mereka. “Kami adalah saudara yang telah melewati banyak pasang surut bersama, dan ini adalah momen puncak yang akan kami kenang lama.”

Blue juga menegaskan peran penting penggemar dalam keberhasilan tersebut. “Tanpa dukungan para fans, kami tidak akan berada di sini. Melihat mereka hadir untuk kami berbicara lebih keras daripada angka. Ini untuk kalian semua. Ini baru permulaan, dan kami belum akan berhenti," tutup Tarmizi Abka. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Hiburan, Binawidya
wwwwww