Addison Rae Curhat Tak Terobsesi Jadi Bintang Pop
![]() |
| "C:UsersUser 1Desktopfotoadi1.jpg" |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam wawancara dengan Los Angeles Times, Addison Rae menjelaskan bahwa identitas musiknya terbentuk secara alami dari pengalaman hidup dan era yang membesarkannya, terutama budaya pop Amerika awal 2000-an.
“Aku sendiri agak bingung menjelaskannya. Musikku sangat relevan dengan masa kini, tapi juga merupakan kumpulan dari perjalanan hidupku,” ujar Addison Rae.
“Aku masih bayi di era 2000-an dan tumbuh dengan menyaksikan semua hal dari masa itu. Ibuku selalu menyalakan MTV. Era 2000-an adalah masa pop yang tidak akan pernah terulang. Semuanya terasa baru, era ketenaran yang tak terbantahkan — ketika pop tidak takut untuk provokatif dan mengambil risiko,” tambah Addison Rae.
Addison Rae menekankan bahwa sejak awal ia tidak pernah menargetkan diri hanya sebagai “bintang pop” seperti definisi klasik industri musik.
“Aku menghargai orang-orang yang bilang aku strategis atau penuh perhitungan — itu sebenarnya memberi pujian besar,” katanya.
“Tapi ketika orang menyebut ‘bintang pop’, biasanya yang terbayang adalah Britney, Gaga, atau Rihanna. Ada gambaran tertentu tentang apa itu bintang pop. Aku tidak terlalu peduli soal menjadi bintang pop. Aku hanya ingin menjadi seorang bintang.”
Menurut Addison Rae, dorongan terbesarnya adalah tampil dan mengekspresikan diri, terlepas dari medium yang digunakan, baik musik, film, maupun panggung pertunjukan.
“Bagiku semuanya terasa sama. Aku hanya ingin tampil, dan di mana pun itu menemukan rumahnya, di situlah aku mencurahkan energiku,” tuturnya.
“Tidak setiap malam sebelum naik panggung aku berada dalam suasana hati terbaik. Ada malam-malam ketika kamu menangis sebelum tampil, lalu harus berakting demi sebuah pertunjukan. Aku orang yang sangat ambisius. Aku suka mengejar mimpi besar, dan jika itu datang lewat naskah luar biasa atau sutradara yang benar-benar aku percaya, aku akan total menjalaninya.”
Addison Rae juga menegaskan bahwa ia tidak berniat membatasi ambisinya, seraya menyebut sejumlah figur perempuan multitalenta yang ia kagumi.
“Aku rasa ambisiku tidak akan pernah menyempit. Aku tidak tahu kenapa harus,” ujarnya.
“Barbra Streisand selalu menjadi sosok yang aku cintai dan kagumi. Begitu juga Judy Garland, bahkan Marilyn Monroe. Mereka melakukan segalanya. Aku selalu berpikir: kenapa tidak melakukan semuanya?”
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Addison Rae sebagai figur lintas disiplin yang tidak ingin terkungkung oleh satu label, seiring langkahnya yang terus berkembang di dunia musik, film, dan hiburan secara luas. ***











