Ammar Zoni Bongkar Dugaan Tekanan Polisi di Ruang Sidang PN Jakarta Pusat
![]() |
Ketegangan muncul ketika terdakwa mempertanyakan keberadaan barang bukti sabu seberat 100 gram yang dituduhkan kepadanya. Ia meragukan klaim kepemilikan barang tersebut dan meminta pembuktian yang jelas di persidangan.
“Apakah memang ada bukti yang jelas kalau memang saya menyampaikan seperti yang tadi dikatakan? Seratus gram? Apakah bisa dibuktikan memang barangnya ada?” ucap Ammar di hadapan majelis hakim.
Salah satu saksi dari kepolisian mengakui barang bukti sabu tersebut tidak lagi ada secara fisik. “Untuk pembuktian barang itu milik Ammar Zoni ada, Bu. Tapi barangnya saat itu sudah dijual-jual, jadi tidak ada,” jawab saksi.
Majelis hakim kemudian mengizinkan saksi memutar ulang rekaman video interogasi terdakwa. Dalam video tersebut, Ammar disebut mengakui kepemilikan barang haram itu. Namun, tayangan itu justru menjadi celah bagi Ammar untuk membeberkan dugaan perlakuan tidak manusiawi yang ia alami.
“Bapak disumpah, lho. Kami berlima bisa bersaksi. Apa tidak ada penyetruman? Tidak ada pemukulan? Tidak ada penekanan?” ujar Ammar dengan nada tinggi. Ia juga meminta majelis hakim menghadirkan rekaman CCTV Rutan Salemba tanggal 3 Januari 2025.
Ammar membenarkan adanya pengakuan dalam video interogasi tersebut. Namun, ia menegaskan pengakuan itu disampaikan di bawah tekanan. “Pengakuan saya memang seperti itu yang ada di video, tapi pengakuan itu berdasarkan tekanan. Tekanan yang CCTV bisa membuktikan semuanya,” katanya.
Tak hanya soal kekerasan, Ammar juga mengungkap dugaan pemerasan yang disebut melibatkan oknum aparat. Ia menyebut adanya permintaan uang senilai Rp300 juta yang diduga berasal dari jajaran Polsek Cempaka Putih.
“Saya mau bertanya agak eksplisit, Yang Mulia. Apakah saudara saksi tahu kalau dari tim Polsek Cempaka Putih, Kanit, yang meminta kami menyiapkan dana Rp300 juta?” ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung dibantah saksi yang mengaku tidak mengetahui adanya permintaan uang tersebut. “Saya tidak tahu,” jawabnya singkat.
Permintaan Ammar agar rekaman CCTV Rutan Salemba dihadirkan dalam persidangan kini menjadi sorotan. Ia meyakini rekaman tersebut dapat membuka fakta soal dugaan kekerasan fisik, tekanan psikis, hingga praktik yang ia nilai menyimpang dalam penanganan perkaranya.
Sidang pun berlanjut dengan suasana tegang. Pengakuan Ammar di ruang sidang membuka babak baru dalam perkara ini dan menarik perhatian publik terhadap proses penegakan hukum yang kini diuji secara terbuka di hadapan pengadilan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | gelora.co |
| Kategori | : | Cendekia, Balai Kota, Parlemen |











