Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
10 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
16 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Akses Darat Terputus, Panen Petani Bener Meriah Diangkut Hercules

Akses Darat Terputus, Panen Petani Bener Meriah Diangkut Hercules
Warga Kabupaten Bener Meriah mengangkut hasil pertanian kedalaman pesawat Hercules di Bandara Rembele untuk diterbangkan lalu dijual ke luar daerah, Rabu (17/12/2025).
Kamis, 18 Desember 2025 07:11 WIB

JAKARTA – Terputusnya akses jalan darat akibat bencana tak lantas menghentikan distribusi hasil pertanian dari Kabupaten Bener Meriah. Pemerintah pusat memfasilitasi pengiriman panen petani melalui jalur udara dengan memanfaatkan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara dari Bandara Rembele.

Langkah ini diambil setelah jalur penghubung Bener Meriah dan Aceh Tengah menuju Kabupaten Bireuen serta Aceh Utara lumpuh, sehingga distribusi hasil panen terhambat. Padahal, petani di wilayah dataran tinggi Gayo tersebut tengah memasuki masa panen cabai, kopi, dan tomat.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bener Meriah, Sanusi Purnawira Dade, mengatakan pengiriman melalui udara menjadi solusi sementara agar hasil pertanian tidak menumpuk dan merugikan petani.

“Karena akses jalan terputus, hasil panen tidak bisa keluar daerah. Dengan pengiriman lewat udara, petani tetap bisa menjual hasilnya,” ujarnya saat mengoordinir pengiriman di Bandara Rembele, Rabu (17/12/2025).

Pada tahap awal, sebanyak 21 ton cabai diterbangkan menuju Medan. Dari sana, komoditas tersebut akan diteruskan ke sejumlah kota besar seperti Batam, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jakarta, dan Jambi.

Dade menjelaskan, pengiriman hasil pertanian direncanakan berlangsung setiap hari dengan kapasitas minimal 20 ton. Program ini akan dijalankan hingga Februari 2026 atau sampai jalur darat kembali dapat dilalui.

Ia menyebut kegiatan ini merupakan hasil koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan Badan Pangan Nasional. Kehadiran pemerintah dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di tengah krisis akses.

“Kami sangat bersyukur. Saat ini petani sedang panen, dan pengiriman ini setidaknya bisa meringankan beban mereka yang terdampak kondisi jalan,” katanya.

Upaya pengiriman lewat udara tersebut menjadi harapan bagi petani Bener Meriah agar roda ekonomi tetap berputar meski infrastruktur darat belum pulih sepenuhnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww