Leonardo DiCaprio Tegaskan AI Bukan Seni
![]() |
| Leonardo DiCaprio. (Instagram) |
Penulis: Azhari Nasution
Meski mengakui AI dapat menjadi alat pendukung bagi sutradara, Leonardo DiCaprio, aktor pemenang Oscar tersebut menilai teknologi ini tak mungkin menggantikan kreativitas manusia.
“Segala sesuatu yang benar-benar dianggap sebagai seni harus datang dari manusia. Kalau tidak, ya jadinya seperti lagu-lagu mashup yang memang brilian—‘Ini Michael Jackson membawakan The Weeknd,’ atau ‘Ini funk A Tribe Called Quest dibikin ala Al Green.’ Keren, tapi hanya punya 15 menit ketenaran lalu hilang begitu saja di antara sampah internet lainnya. Tidak ada pijakan. Tidak ada kemanusiaannya, sebrilian apa pun itu,” ujar Leonardo DiCaprio.
Leonardo DiCaprio, bintang The Revenant itu juga mengakui ia tak bisa memprediksi arah perkembangan sinema berikutnya.
“Banyak hal sudah dilakukan dan mengubah peta. Para sutradara kini sangat berbakat dan melakukan begitu banyak hal sekaligus. Jadi apa yang akan mengguncang atau mengejutkan orang secara sinematis selanjutnya? Saya sama sekali tidak tahu,” kata Leonardo DiCaprio.
Dalam wawancara yang sama, Leonardo DiCaprio mengungkap filosofi sederhana untuk bertahan dalam sorotan publik, yakni hanya muncul ketika benar-benar punya sesuatu untuk disampaikan.
“Ini keseimbangan yang saya kelola sepanjang hidup dewasa dan saya masih bukan ahli. Filosofi saya sederhana: muncul hanya ketika punya sesuatu yang mau dikatakan atau ditunjukkan. Kalau tidak, menghilang sejauh mungkin,” jelasnya.
“Saya bertanya pada diri sendiri, ‘Bagaimana punya karier panjang?’ Karena saya mencintai pekerjaan ini, dan menurut saya cara terbaik menjalani karier panjang adalah tidak terus-menerus muncul di hadapan orang.”
Sementara itu, Golden Globes 2026 pada Senin juga mengumumkan bahwa film terbaru DiCaprio, One Battle After Another, meraih sembilan nominasi, termasuk nominasi untuk kategori Best Actor in a Motion Picture – Musical or Comedy. ***










