Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Kampus

Siklon Senyar Picu Kerusakan Luas, Infrastruktur Putus dan Korban Terus Bertambah

Siklon Senyar Picu Kerusakan Luas, Infrastruktur Putus dan Korban Terus Bertambah
Banjir merendam permukiman warga di Aceh Besar, Rabu (26/11/2025). (Foto: Dok. BPBD Aceh Besar)
Kamis, 27 November 2025 19:33 WIB

JAKARTA – Banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak beberapa hari terakhir memicu kerusakan besar pada infrastruktur hingga menutup akses ke sejumlah wilayah. Kementerian Pekerjaan Umum menyebut bencana kali ini memiliki skala yang luar biasa, apalagi intensitas hujan belum sepenuhnya menurun.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, mengatakan kementeriannya masih menghimpun data kerusakan dari berbagai daerah terdampak. Upaya tersebut terkendala cuaca yang masih berubah-ubah.

"Kami sudah mencoba mengidentifikasi tetapi seperti disampaikan Menko PMK Pratikno, hujan ini sampai dengan saat ini belum selesai dan mudah-mudahan hari ini selesai," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (27/11). 

Rapat koordinasi penanganan bencana itu juga dihadiri perwakilan Basarnas, Kemenkes dan BMKG. BMKG menjelaskan bahwa intensitas hujan dipengaruhi Siklon Tropis Senyar yang kini sudah melemah, meski dampaknya masih terasa di lapangan.

"Menurut BMKG sudah selesai siklon tropis Senyarnya dan mudah-mudahan alat-alat berat kami pun juga sudah bisa sampai ke lokasi," kata Diana.

Kerusakan paling nyata terlihat di Aceh, dengan laporan empat jembatan putus dan puluhan titik longsor yang membuat sejumlah kawasan terisolasi. Situasi tidak jauh berbeda di Sibolga dan Tapanuli Tengah yang juga mengalami dampak serius.

"Yang sampai dengan saat ini ada 20 titik longsor yang kami sendiri juga belum bisa mengidentifikasi karena kami belum bisa masuk sampai ke Sibolga," jelas Diana.

Di Sumatera Barat, gangguan besar terjadi pada layanan PDAM setelah banjir bandang merusak fasilitas utama. KemenPU kini mengerahkan alat berat untuk membuka akses di lokasi terdampak.

"Alat berat kami sudah siap dan ditargetkan bisa segera sampai ke 21 lokasi di Sumatera Utara, 12 di Aceh dan 15 di Sumatera Barat," tambahnya.

Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah meminta Kementerian Sosial mempercepat distribusi bantuan bagi para pengungsi.

"Kementerian Sosial juga aktif menggerakkan tim logistik ke kebutuhan pengungsian," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa laporan korban jiwa masih terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan.

"Ini telah memakan cukup banyak korban jiwa, tetapi data masih terus diupdate dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup luas," ungkapnya.

Polisi di Sumatera Utara melaporkan sedikitnya 43 warga tewas dan 88 masih hilang, menandai betapa luasnya dampak bencana yang kini sedang ditangani berbagai pihak. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww