Insiden Mencekam di Dermaga 3 Bakauheni, Gelombang 4 Meter Jadi Ancaman Serius Pelayaran
![]() |
| Satu unit kendaraan Mobil truk hampir terbalik di dalam kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan |
LAMPUNG SELATAN – Suasana penyeberangan di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni berubah tegang pada Minggu (16/11/2025) dini hari. Sebuah truk nyaris terguling di dalam kapal feri akibat guncangan kuat dari ombak tinggi yang menghantam badan kapal saat proses muat berlangsung sekitar pukul 01.31 WIB.
Getaran keras membuat kapal oleng, sementara para penumpang yang sudah berada di dalam dek kendaraan panik. Momen itu terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar.
“Kejadian di kapal risel dermaga 3 ini, kapal risel enggak bisa muat,” ujar perekam video tersebut dengan suara bergetar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku 16–19 November 2025. Gelombang mencapai empat meter diprediksi melanda sejumlah perairan Lampung.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Amalia Khoirunnisa, menjelaskan potensi gelombang sedang hingga tinggi perlu diwaspadai seluruh aktivitas pelayaran.
“Gelombang 1,25 sampai 2,5 meter berpotensi terjadi di Teluk Lampung bagian utara dan selatan. Sementara gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi di perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung,” terangnya.
BMKG juga menguraikan tingkat risiko berdasarkan jenis kapal:
Perahu nelayan: waspada pada angin 15 knot dan gelombang 1,25 m
Kapal tongkang: waspada pada angin 16 knot dan gelombang 1,5 m
Kapal feri: berisiko pada angin 21 knot dan gelombang 2,5 m
Kapal besar (kargo/pesiar): waspada pada angin 27 knot dan gelombang 4 m
Amalia menambahkan, angin dominan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 2–25 knot, dengan kecepatan tertinggi terjadi di perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
“Kami mengimbau aktivitas pelayaran, termasuk penyeberangan Bakauheni–Merak, untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan jadwal bila diperlukan,” ujarnya.
Peringatan tersebut menjadi penegas bahwa kondisi cuaca saat ini dapat mengganggu stabilitas kapal dan membahayakan penumpang. Para pengguna jasa penyeberangan diimbau terus memantau perkembangan informasi cuaca demi keselamatan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











