Operasi Bersih-Bersih Dimulai, Purbaya Janji Bongkar Jaringan Penyelundupan di Kementeriannya
![]() |
| Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menghadiri rapat perdana bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/9). (Foto: Kemenkeu.go.id) |
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengeluarkan peringatan keras terhadap para oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC). Ia menegaskan, Kementerian Keuangan sedang menyiapkan langkah besar untuk menindak praktik penyelundupan yang merugikan negara.
“Kalau sektor riil mau berkembang, barang selundupan harus saya hentikan. Yang masih bermain, akan saya tangkap. Sebentar lagi akan ada penangkapan besar-besaran,” ujar Purbaya di Jakarta, Sabtu (16/10/2025).
Purbaya menegaskan, ia tak akan gentar menghadapi siapa pun yang terlibat di balik bisnis ilegal tersebut. “Saya tidak peduli di belakangnya siapa. Di belakang saya, Presiden. Jadi tidak ada yang bisa menghalangi,” tegasnya.
Langkah bersih-bersih ini akan difokuskan pada sektor-sektor yang selama ini menjadi pintu masuk utama penyelundupan, seperti rokok, tekstil, dan baja. “Itu tiga sektor utama yang akan kami kejar dulu. Dari sana, kami akan buka rantainya satu per satu,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan, kebocoran dari praktik penyelundupan sangat berpengaruh terhadap penerimaan negara. Hingga awal Oktober 2025, realisasi penerimaan pajak baru mencapai 62,4 persen dari target Rp2.189,3 triliun. Sementara itu, penerimaan bea cukai baru terealisasi 73,4 persen dari target Rp301,59 triliun.
“Kalau kebocoran ini ditutup, pajak naik, industri dalam negeri akan tumbuh. Tapi kalau terus dibiarkan, uang negara terus bocor,” katanya.
Dalam keterangannya, Purbaya mengaku telah memanggil sejumlah pejabat Bea Cukai dan mendapat laporan soal adanya oknum yang ikut melindungi praktik keluar-masuknya barang ilegal. Ia memastikan tak akan segan membawa kasus ini ke tingkat tertinggi.
“Dirjen Bea Cukai itu bintang tiga, kalau di belakangnya bintang empat, ya kita laporkan ke Presiden. Karena di belakang saya, Presiden sendiri,” ujarnya menegaskan.
Menurutnya, pembersihan di dua direktorat penting ini bukan hanya soal disiplin aparatur, tetapi juga soal integritas lembaga pengelola keuangan negara. Purbaya menyebutkan, maraknya praktik penyelundupan membuat industri nasional sulit berkembang karena kalah bersaing dengan barang ilegal.
“Selama ini banyak produk ilegal yang masuk tanpa bea, sementara industri lokal yang taat pajak jadi korban. Itu tidak adil,” ucapnya.
Purbaya menegaskan, investigasi terhadap praktik penyelundupan akan melibatkan aparat penegak hukum lintas lembaga. Ia ingin memastikan penegakan hukum tidak berhenti di level bawah, melainkan menjerat aktor besar yang selama ini bersembunyi di balik sistem.
“Kita akan bongkar semuanya, dari oknum kecil sampai pemain besar. Tidak boleh ada yang kebal hukum di Kementerian Keuangan,” katanya.
Purbaya juga menyebut bahwa Presiden mendukung penuh langkah bersih-bersih ini sebagai bagian dari reformasi menyeluruh di sektor fiskal. “Presiden minta agar pengawasan di lapangan diperkuat. Ini bukan operasi biasa, tapi upaya menyelamatkan uang negara,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Kemenkeu bersama aparat penegak hukum akan mengumumkan hasil investigasi awal dan daftar nama-nama yang terlibat. “Kami akan ungkap satu per satu. Yang bermain dengan uang negara, siap-siap saja,” tutup Purbaya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Keuangan |











