Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tragedi di Tengah Bulan Madu, Istri Meninggal dan Suami Kritis di Glamping Solok

Tragedi di Tengah Bulan Madu, Istri Meninggal dan Suami Kritis di Glamping Solok
Polisi memeriksa di tempat kejadian terkait pengantin baru yang tewas saat menginap di glamping di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (9/10). (Foto: Dok. Polsek Lembah Gumanti)
Sabtu, 11 Oktober 2025 16:15 WIB

SOLOK – Suasana romantis yang diharapkan sepasang pengantin baru di glamping kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, berubah menjadi duka mendalam. Cindy Desta Nanda (28) meninggal dunia, sementara sang suami, Gilang Kurniawan (28), masih berjuang melawan maut di rumah sakit setelah diduga keracunan gas karbon monoksida, Kamis (9/10/2025).

Pasangan muda itu diketahui baru tiga hari menikah. Untuk merayakan momen bahagia, mereka memilih menginap di sebuah glamping yang terkenal dengan panorama danau dan pegunungan yang menenangkan. Namun, suasana indah itu berubah menjadi malapetaka. 

Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, mengatakan saat ditemukan, keduanya dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kamar. Petugas glamping segera melarikan mereka ke fasilitas kesehatan terdekat, namun nyawa Cindy tak tertolong.

“Visum luar tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban. Saat tiba di Puskesmas, korban sudah meninggal dunia,” jelas Barata, Jumat (10/10/2025).

Dugaan awal mengarah pada keracunan gas karbon monoksida dari instalasi water heater di kamar mandi glamping. Kakak Gilang menyebut, di ruangan itu terdapat tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram yang diletakkan di bawah kloset tanpa ventilasi udara memadai.

“Diagnosanya keracunan karbon monoksida. Ini hasil dari RSUD Arosoka dan SPH sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi kamar mandi yang tertutup membuat gas berbahaya itu tidak bisa keluar, hingga akhirnya terhirup oleh korban. 

Pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Cindy. Proses penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

“Kami masih mengumpulkan data dan laporan. Untuk memastikan penyebab kematian seharusnya dilakukan autopsi,” ujar Barata.

Rencana autopsi sempat disetujui keluarga, namun kemudian dibatalkan karena alasan pribadi. Jenazah Cindy dimakamkan hari itu juga di kampung halamannya.

“Keluarga awalnya setuju dilakukan autopsi, tapi kemudian membatalkannya. Kami tidak tahu alasan pastinya,” tutur Barata.

Lokasi glamping tempat kejadian kini dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan. Tragedi ini memicu sorotan publik terhadap standar keamanan fasilitas wisata, khususnya penggunaan perangkat gas di ruang tertutup yang minim ventilasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww