Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Hidup Tanpa Internet, Ribuan Desa Masih Terisolasi Digital

Hidup Tanpa Internet, Ribuan Desa Masih Terisolasi Digital
antara foto/iggoy el fitraWarga menggunakan akses internet gratis di kantor desa di Dusun Onga,
Sabtu, 27 September 2025 15:58 WIB
JAKARTA – Di tengah derasnya arus digitalisasi, ribuan desa di Indonesia masih hidup tanpa akses internet. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan ada 2.333 desa yang belum terhubung jaringan, sebuah kenyataan yang membuat masyarakat di sana tertinggal dari arus perubahan.

"Angka ini bisa kita selesaikan jika semua pihak mau bergandengan tangan," ujar Meutya dalam upacara Hari Bhakti Postel ke-80 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (27/9/2025).

Dari jumlah itu, 2.017 desa tidak memiliki layanan 4G, sedangkan 316 desa berada di kawasan ladang nonpermukiman. Artinya, jutaan orang masih harus berjuang untuk mendapatkan akses informasi, pendidikan, hingga layanan publik yang saat ini semakin bergantung pada internet.

Meutya menyinggung perjuangan Angkatan Muda Perusahaan Telepon dan Telegraf (AMPTT) yang pada 1945 berhasil menyebarkan kabar kemerdekaan ke dunia. "Hari ini tantangan kita berbeda, tapi semangatnya sama: memastikan masyarakat desa tidak tertinggal," ucapnya.

Ia menekankan pentingnya memperluas penetrasi fixed broadband rumah tangga yang baru 27,4 persen. Bagi Meutya, pembangunan infrastruktur telekomunikasi berdaulat bukan hanya urusan teknologi, melainkan juga masa depan pendidikan anak-anak desa, peluang ekonomi lokal, dan penguatan ketahanan nasional.

“Presiden Prabowo Subianto sudah menegaskan pertumbuhan ekonomi harus didorong ke angka delapan persen, dan digitalisasi adalah motor utamanya,” jelasnya.

Dalam momen tersebut, perusahaan telekomunikasi besar bersama asosiasi ICT menandatangani deklarasi percepatan digitalisasi. Nama-nama seperti Telkom, Telkomsel, Indosat, XL Smart, Huawei, hingga Mastel dan APJII turut terlibat.

Namun di desa-desa yang belum tersentuh sinyal, cerita lain terdengar. Anak sekolah harus berjalan jauh mencari titik sinyal, pedagang kecil kesulitan memasarkan produk, dan warga tak bisa mengakses layanan daring pemerintah. Keterisolasian digital ini menunjukkan bahwa konektivitas belum benar-benar merata. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus
wwwwww