Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
3
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Purbaya Yudhi Soal Gelombang Tuntutan Publik: Hidup Sulit, Ekonomi Harus Diperbaiki

Purbaya Yudhi Soal Gelombang Tuntutan Publik: Hidup Sulit, Ekonomi Harus Diperbaiki
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Kemenkeu, Jakarta, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025).
Selasa, 09 September 2025 08:56 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, langsung mendapat pertanyaan sensitif setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto, Senin (8/9/2025). Salah satunya soal “17+8 Tuntutan Rakyat” yang belakangan ramai digaungkan publik.

Purbaya mengaku belum mendalami secara detail isi tuntutan tersebut. Namun ia menyebut suara itu lahir dari keresahan masyarakat kecil atas kondisi hidup yang semakin berat. “Mungkin sebagian merasa keganggu, hidupnya masih kurang,” ujarnya di Gedung Kemenkeu, Jakarta.

Menurut Purbaya, kunci meredam tuntutan adalah perbaikan ekonomi. Ia optimistis jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus enam hingga tujuh persen, keresahan publik akan berkurang. “Kalau pertumbuhan sudah enam persen, tujuh persen, mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan berdemo,” katanya sambil tersenyum.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkap arahan Presiden Prabowo agar target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus delapan persen, bahkan diukur dalam 100 hari pertamanya menjabat Menkeu. Purbaya menilai target tersebut sangat berat, namun berjanji tetap berusaha.

“Kalau sebagai ekonom, tahun ini 8 persen mungkin sulit. Dua atau tiga tahun ke depan ada peluangnya. Sekarang prioritasnya mengembalikan arah ekonomi yang melambat,” jelasnya.

Purbaya sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebelum ditunjuk menggantikan Sri Mulyani. Bersamaan dengan dirinya, beberapa menteri baru lain juga dilantik, di antaranya Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi, Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, serta Gus Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.

Publik kini menunggu apakah strategi fiskal Purbaya mampu menjawab ekspektasi tinggi Presiden Prabowo sekaligus menjawab keresahan yang terangkum dalam “17+8 Tuntutan Rakyat”. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww