Pertemuan Ojol dengan Gibran Jadi Ajang Sengketa Siapa Wakili Driver
![]() |
| Sebanyak 4 perusahaan ojek online menjawab tudingan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia soal mitra tak jelas temui Wapres Gibran di Istana. |
JAKARTA – Pertemuan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang digelar Minggu (31/8/2025) lalu justru menimbulkan polemik baru. Bukan soal isi dialog, melainkan siapa yang sesungguhnya mewakili jutaan driver di lapangan.
Empat perusahaan aplikator—Grab, Gojek, Maxim, dan InDrive—kompak menyatakan para peserta dialog adalah mitra resmi mereka. Grab bahkan menyebut dua nama, Riska dan Arief, sementara Gojek mengonfirmasi Cang Rahman, mitra yang sudah bergabung sejak 2015, hadir sebagai perwakilan. Maxim dan InDrive pun menegaskan mitra mereka turut hadir meski tanpa merinci identitas.
Namun, klaim itu berseberangan dengan pernyataan Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia. Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, mengaku tidak mengenal satupun driver yang duduk bersama Wapres. Ia menilai pemerintah mengabaikan organisasi yang sah secara hukum.
"Enggak ada yang tahu mereka dari kelompok mana. Yang jelas, asosiasi kami resmi terdaftar, tapi kami tidak dilibatkan," kata Igun, Senin (1/9/2025).
Igun bahkan menaruh curiga adanya rekayasa, dengan menghadirkan orang-orang beratribut ojol namun bukan representasi komunitas yang sebenarnya.
Kontroversi ini memperlihatkan dua wajah dalam dunia ojol. Di satu sisi ada perusahaan aplikator yang menunjuk langsung mitranya, sementara di sisi lain ada asosiasi yang mengklaim memiliki mandat formal sebagai suara kolektif pengemudi.
Dialog yang mestinya meredakan gejolak justru memunculkan pertanyaan: apakah pemerintah lebih mendengar suara perusahaan atau suara komunitas pengemudi itu sendiri?. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Balai Kota, Parlemen |











