Heboh di TikTok, Kasatpol PP Bukittinggi Dituduh Suap Pedagang dan Membantah Keras
![]() |
| Kasatpol PP Bukittinggi, Joni Feri saat memberikan keterangan di Mako Satpol PP Bukittinggi, Selasa (2/9/2025). |
BUKITTINGGI – Sebuah video di TikTok menimbulkan kegaduhan publik setelah menuding Kepala Satpol PP Bukittinggi, Joni Feri, menerima suap dari pedagang di Pasar Atas. Video yang diunggah akun @nonamic5 itu bahkan sempat viral dengan ribuan penonton dan ratusan interaksi.
Dalam unggahan tersebut, narasi yang disematkan berbunyi “Kadis PP terindikasi suap” dengan caption “baa lai ko sanak?”. Meski tanpa bukti kuat, konten itu dengan cepat menyebar dan menuai komentar dari warganet.
Menanggapi isu tersebut, Joni Feri langsung menggelar konferensi pers di Mako Satpol PP Bukittinggi, Selasa (2/9). Ia menegaskan tidak pernah sekalipun menerima suap dari pedagang untuk bisa berjualan di fasilitas umum.
“Saya membantah secara tegas tuduhan menerima suap atau sejenisnya dari pedagang di Pasar Atas Bukittinggi,” tegasnya.
Kumpulkan Bukti, Siap Tempuh Jalur Hukum
Joni menyebut sudah mengantongi inisial penyebar video dan tengah mengumpulkan data untuk melaporkan kasus pencemaran nama baik. Ia juga sudah melaporkan kasus tersebut kepada atasannya.
“Semua data saya kumpulkan, dan saya siap menempuh jalur hukum. Saya juga tidak segan memberi sanksi jika ada personel yang terbukti mencatut nama saya,” ungkapnya.
Satpol PP Bukittinggi sendiri memiliki 165 personel, dengan 80 di antaranya bertugas di lapangan. Menurut Joni, penyelidikan internal sedang dilakukan untuk memastikan tidak ada oknum yang bermain di balik isu ini.
Siap Terima Konsekuensi
Dalam keterangannya, Joni menegaskan dirinya siap menerima konsekuensi jika memang terbukti bersalah. Namun, ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial agar tidak menimbulkan fitnah yang merugikan.
“Satpol PP bukan institusi yang harus ditakuti. Kami hanya menegakkan aturan daerah agar kota ini lebih tertib. Berjualan tidak dilarang, tapi ada lokasi yang harus dipatuhi bersama,” jelasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang polemik viral di media sosial yang kerap memicu kegaduhan publik, bahkan sebelum kebenarannya terbukti.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Cendekia, Warga Bertuah, Lima Puluh |










