Home  /  Berita  /  Parlemen

Gas Air Mata Tak Hentikan Massa, Kobaran Api di Senayan Jadi Tanda Peringatan Politik

Gas Air Mata Tak Hentikan Massa, Kobaran Api di Senayan Jadi Tanda Peringatan Politik
Ilustrasi. Massa melakukan aksi demo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/8/2025).
Sabtu, 30 Agustus 2025 08:32 WIB

JAKARTA – Malam di Senayan menjadi saksi betapa kekecewaan rakyat akhirnya meledak. Jumat (29/8/2025), pagar besi Kompleks DPR/MPR di Gerbang 46C jebol diterjang massa yang sejak siang memenuhi jalanan. Meski aparat berulang kali mengimbau agar massa mundur, seruan itu tak lagi dihiraukan.

Teriakan demonstran bercampur dentuman petasan dan lemparan molotov. Di sisi lain, Brimob membalas dengan water canon dan gas air mata. Api berkobar di depan pagar, menciptakan pemandangan dramatis: rakyat berhadap-hadapan langsung dengan gedung yang seharusnya menjadi rumah aspirasi mereka.

Kemarahan ini lahir dari luka. Sehari sebelumnya, seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meregang nyawa setelah terlindas kendaraan taktis Brimob. Tragedi Pejompongan itu menjadi pemicu. Dari mahasiswa hingga masyarakat biasa, mereka kini turun ke jalan menuntut pertanggungjawaban.

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, berulang kali mengingatkan lewat pengeras suara agar massa tak memaksa masuk. Namun, amarah tak terbendung. Bagi para demonstran, pagar DPR bukan sekadar besi, melainkan simbol keterputusan antara rakyat dengan wakilnya.

Situasi kian memanas menjelang tengah malam. Kobaran api membesar, pasukan tambahan TNI ikut diterjunkan. Namun, massa tetap bertahan, meneriakkan tuntutan mereka di depan gerbang DPR.

Aksi ini tak lagi sekadar soal kenaikan tunjangan DPR atau tragedi Affan, melainkan soal kepercayaan rakyat yang kian terkikis. Tembok DPR yang jebol malam ini, bagi banyak orang, adalah tanda nyata rapuhnya legitimasi politik di mata publik. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:bisnis.com
Kategori:Parlemen
wwwwww