Duka SMPN 7 Sijunjung, Ratusan Pelajar Iringi Kepergian Ozil Sang Striker Muda
![]() |
SIJUNJUNG – Suasana haru menyelimuti Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kamis (28/8/2025). Ratusan pelajar SMPN 7 Sijunjung bersama masyarakat mengiringi kepergian Ozil, siswa berprestasi yang meninggal tragis akibat tenggelam di Sungai Batang Sukam.
Isak tangis pecah di sepanjang jalan menuju pemakaman umum Muaro Gambok. Teman-teman sekelas Ozil tampak menggenggam erat bunga tabur, sementara para guru tak kuasa menahan air mata. Kepala sekolah SMPN 7 Sijunjung, Cerly Malinto, bahkan tak sanggup menyembunyikan kesedihan. “Selamat jalan, Ozil. Allah akan memberikan tempat terbaik bagimu. Engkau anak baik, teladan bagi adik-adikmu. Kami akan selalu mengenangmu,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ozil, yang baru saja genap berusia 14 tahun sehari sebelum musibah, dikenal sebagai pemain sepak bola berbakat. Ia memperkuat klub Persipas Pasar Gambok dan bahkan sempat membela PSP Padang di ajang Suratin Cup. Gol-gol indah dari kaki kirinya kini tinggal kenangan. “Gol terakhirnya dua minggu lalu masih segar dalam ingatan kami. Sayang, tak ada lagi Ozil di lapangan,” ucap salah satu rekannya di tim sekolah.
Musibah itu terjadi Rabu sore (27/8/2025). Usai merayakan ulang tahunnya bersama teman-teman, Ozil memilih ikut mandi di Batang Sukam—sungai yang dikenal berarus deras—karena tak ingin membebani teman-temannya membayar tiket kolam renang. Dari sinilah tragedi bermula.
Meski seorang temannya, Bima, sudah memperingatkan agar tidak berenang di Lubuk Tamaik yang dalam, Ozil tetap ikut turun. Saat berusaha menahan diri di tepian yang licin, ia terhempas arus. Upaya penyelamatan gagal hingga akhirnya warga menemukan tubuhnya di dasar sungai. Ozil sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tak terselamatkan.
Polisi menyatakan kejadian ini murni musibah. Kedua orang tua Ozil ikhlas menerima takdir tersebut dan menolak autopsi. “Kami sudah ikhlas. Ozil anak baik, dia pergi dengan cara yang kami semua tidak menduga,” kata sang ayah dengan mata berkaca-kaca.
Kini, kepergian Ozil meninggalkan luka mendalam. Bagi teman-temannya, ia bukan hanya sahabat, melainkan sosok pemimpin kecil di lapangan hijau. Bagi sekolah, ia adalah harapan yang tak sempat tumbuh dewasa. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | beritasumbar.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Rumbai Barat |











