Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
19 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
9 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Parlemen

Lautan Buruh Bergerak Serentak, 1 Juta Pekerja Suarakan Keadilan Upah di Seluruh Indonesia

Lautan Buruh Bergerak Serentak, 1 Juta Pekerja Suarakan Keadilan Upah di Seluruh Indonesia
Foto massa buruh
Kamis, 28 Agustus 2025 07:31 WIB

JAKARTA – Kamis (28/8/2025) menjadi hari bersejarah bagi gerakan buruh Indonesia. Sekitar 100 ribu pekerja dari Jabodetabek diperkirakan memenuhi jalanan ibu kota, sementara satu juta buruh lainnya di 38 provinsi turun serentak menyuarakan tuntutan yang sama: keadilan bagi pekerja.

Presiden KSPI, Said Iqbal, menyebut aksi ini sebagai bentuk konsolidasi terbesar Partai Buruh bersama serikat pekerja di seluruh Indonesia. “Kami bergerak bersama, dari Jakarta hingga Jayapura, untuk menegaskan bahwa suara buruh tidak bisa diabaikan,” katanya.

Aksi yang terpusat di DPR, Istana Negara, dan Mahkamah Konstitusi ini menyoroti enam tuntutan utama, mulai dari kenaikan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen, penghentian PHK massal, reformasi pajak pekerja, hingga pengesahan RUU Ketenagakerjaan baru.

Selain itu, buruh juga menuntut pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset sebagai langkah nyata pemberantasan korupsi. “Kami ingin negara hadir bukan hanya untuk pemilik modal, tapi juga untuk pekerja yang menggerakkan roda ekonomi,” tegas Iqbal.

Gerakan buruh ini tidak hanya menggema di Jakarta. Dari Surabaya, Medan, Batam, Bandung, hingga Jayapura, massa pekerja memadati jalanan dengan membawa spanduk “tolak upah murah” dan “hapus outsourcing”.

Kekuatan solidaritas jutaan buruh yang bergerak serentak di seluruh Indonesia menjadi peringatan keras bagi pemerintah: tuntutan kesejahteraan tidak bisa ditunda lagi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww