Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
11 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
4 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo untuk Teddy Indra Picu Polemik

Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo untuk Teddy Indra Picu Polemik
Selasa, 26 Agustus 2025 05:43 WIB

JAKARTA – Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, menerima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (25/8). Teddy termasuk di antara 141 tokoh nasional yang dinilai berjasa luar biasa dalam pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam prosesi penganugerahan, Prabowo secara langsung mengalungkan selempang tanda kehormatan di bahu Teddy. Pembawa acara menyebut, Teddy dikenal disiplin, tegas, loyal, serta aktif memastikan koordinasi lintas kementerian berjalan cepat dan efisien.

Meski begitu, pemberian penghargaan tersebut memunculkan beragam tanggapan. Sebagian publik mempertanyakan apa kontribusi signifikan Teddy hingga layak menerima tanda jasa tertinggi negara. Kritik juga menyoroti adanya kemungkinan muatan politis di balik keputusan itu.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai polemik semacam ini wajar dalam negara demokrasi. Ia menyebut pemerintah tentu memiliki pertimbangan sendiri ketika menetapkan penerima tanda kehormatan.

"Tentu pemerintah punya penilaian sendiri untuk memberikan bintang tanda jasa. Pasti yang dapat itu dianggap sudah berjasa dan berkontribusi untuk bangsa. Meski harus diakui, publik punya ukuran berbeda yang mungkin tidak sama dengan pemerintah, ini hal biasa dalam demokrasi," ujar Adi, Senin (25/8).

Adi menambahkan, polemik pemberian tanda jasa bukanlah hal baru. Menurutnya, hal serupa pernah terjadi ketika Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

"Dari dulu pemberian tanda kehormatan selalu memicu tanda tanya publik. Misalnya, saat Fahri Hamzah dan Fadli Zon mendapat penghargaan, publik kritis dan heboh. Begitulah dinamika demokrasi," jelasnya.

Adi menegaskan, meskipun kritik publik kerap muncul, pemerintah tentu memiliki standar dan ukuran tersendiri dalam memutuskan siapa yang layak dianugerahi. Namun, ia mengakui bahwa kriteria itu tidak selalu bisa dipahami masyarakat luas sehingga menimbulkan spekulasi.

"Tapi yang jelas, pemerintah punya ukuran dan standar untuk berikan tanda jasa. Itu hak mereka yang berwenang," pungkasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Balai Kota
wwwwww