Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
6 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
13 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

DPR Tawarkan Jalur BAM, Ricuh Demo di Slipi Jadi Catatan Kelam

DPR Tawarkan Jalur BAM, Ricuh Demo di Slipi Jadi Catatan Kelam
Politikus PDIP, Deddy Yevri Hanteru Sitorus. (Foto: dok. Dpr ri).
Selasa, 26 Agustus 2025 13:30 WIB

JAKARTA – Kericuhan dalam aksi menolak kenaikan tunjangan DPR RI, Senin (25/8/2025), masih menyisakan sorotan. Di tengah bentrokan yang meluas hingga Slipi dan kawasan Senayan, DPR menegaskan bahwa demonstran sebenarnya bisa menyampaikan tuntutannya lewat Badan Aspirasi Masyarakat (BAM).

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Deddy Sitorus, menyampaikan bahwa lembaganya membuka pintu bagi masyarakat yang ingin berdialog. Menurutnya, ruang aspirasi itu sudah ada sehingga demonstrasi di jalan seharusnya tidak perlu berakhir dengan kerusakan.

"DPR sudah punya BAM untuk urusan begini. Tergantung yang demo, apakah inginnya dialog langsung atau demonstrasi," ujarnya, Selasa (26/8/2025).

Ia menilai unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. Namun, tindak anarkis dalam aksi gabungan mahasiswa, pelajar, dan warga sipil itu ia serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. 

"Masalah anarkisme, itu urusan penegakan hukum. Adanya anak sekolah menurut saya bukan hal baru, apalagi itu bukan demo yang digalang oleh mahasiswa," jelasnya.

Aksi protes yang berlangsung di berbagai titik Jakarta berujung pada perusakan sarana publik. Di Slipi, pos polisi dibakar dan fasilitas umum hancur. Aparat yang mencoba menenangkan massa justru mendapat perlawanan. Gas air mata dilepaskan untuk membubarkan kerumunan, tetapi amarah massa semakin memuncak.

Massa bahkan menyerang mobil water cannon dan melanjutkan pergerakan ke sejumlah titik penting, termasuk kawasan Senayan Park hingga Simpang Slipi. Situasi itu menambah daftar panjang kerusuhan akibat unjuk rasa di ibu kota.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Kampus, Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww