Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Aktivis Desak Pemerintahan Prabowo Tegas Batalkan Tunjangan Rumah Anggota DPR

Aktivis Desak Pemerintahan Prabowo Tegas Batalkan Tunjangan Rumah Anggota DPR
Ketua KAMAKSI, Joko Priyoski. (Ist)
Senin, 25 Agustus 2025 17:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) melontarkan kritik tajam dan penolakan atas penambahan tunjangan rumah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sebesar Rp50 juta per bulan sehingga pendapatan resmi mereka lebih dari Rp100 juta tiap bulan.

"Disaat masyarakat menghadapi kesulitan dalam hal hal-hal mendasar, seperti kebutuhan pokok sehari-hari, ada pajak yang dinaikkan, gelombang PHK dan angka penggangguran yang tinggi, daya beli masyarakat melemah, bahkan rakyat harus berbondong-bondong antre bantuan sosial kadang sampai pingsan dan terinjak-injak, Pemerintah dan DPR malah mempertontonkan hal yang sangat ironi ditengah kesulitan ekonomi rakyat. KAMAKSI akan terus mendesak Pemerintahan Prabowo agar segera membatalkan tunjangan rumah Anggota DPR karena tidak selaras dengan semangat efisiensi anggaran dan bertentangan dengan Butir Pancasila terutama Sila Kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia," tegas Joko Priyoski Ketua Umum DPP KAMAKSI.

Publik menilai saat ini kisaran jumlah yang diterima Anggota DPR sudah cukup besar. Ada tunjangan jabatan, tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, hingga berbagai fasilitas seperti uang sidang, asisten anggota, listrik, telepon, dan tunjangan beras. Kombinasi inilah yang membuat penerimaan anggota DPR sesungguhnya membengkak menjadi Rp55-66 juta per bulan. Kinerja Anggota DPR pun saat ini pun dipertanyakan publik.

Faktanya, hingga kini RUU Perampasan Asset dan RUU PPRT (Perlindungan Pekerja Rumah Tangga) tak kunjung disahkan oleh DPR. Begitu juga dalih agar memperoleh tempat tinggal yang dekat dengan gedung DPR juga tidak rasional karena kehadiran anggota parlemen juga jarang maksimal sehingga pembahasan legislasi kerap mandeg.

KAMAKSI menghitung pemborosan anggaran karena tunjangan rumah ini mencapai Rp1,74 triliun dengan asumsi Rp 50 juta dikalikan 60 bulan dan 580 anggota DPR yang menjabat, hal ini terjadi disaat Pemerintah mengklaim tengah melakukan efisiensi anggaran.

Pemerintah jangan buang-buang anggaran Negara hanya untuk mempertebal kantong Anggota DPR. KAMAKSI meminta Presiden Prabowo segera membatalkan tunjangan rumah Anggota DPR RI Rp50 juta perbulan, pangkas gaji dan tunjangan Direksi BUMN serta Menteri dan Wakil Menteri.

"Lebih baik uang Negara di alokasikan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. Presiden Prabowo mempunyai komitmen dalam pemberantasan korupsi terbukti dengan OTT Eks Wamenaker dan pejabat-pejabat Kemnaker, kini publik menunggu ketegasan Presiden Prabowo dalam komitmen efisiensi anggaran ditengah kencangnya penolakan masyarakat atas penambahan tunjangan rumah Anggota DPR," pungkas Jojo sapaan akrab Joko Priyoski yang juga Presidium KKMP (Koalisi Kawal Merah Putih). ***

wwwwww