KLH Minta Pemda Tak Abaikan Sampah dari Program Makan Bergizi Gratis
![]() |
| Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq berbincang dengan siswa saat memantau Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 8 Kota Tangerang, Senin (4/8/2025). (Foto: Antara/Irfan) |
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan di berbagai daerah mulai menimbulkan tantangan baru berupa sisa makanan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pun mengingatkan agar pemerintah daerah segera membentuk tim khusus (timsus) untuk mengelola sampah makanan dari setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan bahwa sisa makanan dari program MBG harus dimanfaatkan dan tidak dibiarkan menumpuk. Ia mengungkapkan, satu SPPG dapat menghasilkan hingga 20 kilogram sampah makanan per hari.
"Ini bukan hal kecil. Harus ditangani dengan serius agar tidak menimbulkan masalah lingkungan baru," ujar Hanif saat meninjau SPPG di SMP Negeri 8 Kota Tangerang, Senin (4/8/2025).
Hanif menekankan perlunya pengelolaan limbah yang sistematis. Ia menyarankan pemanfaatan sisa makanan untuk pakan maggot, kompos, atau bentuk inovasi lainnya.
"Kami dorong pemda untuk tidak hanya fokus pada pembagian makanan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan yang muncul," jelasnya.
Sebelum bertemu para siswa penerima MBG, Hanif terlebih dulu memastikan sistem pengolahan sampah di lokasi berjalan baik. Ia memuji keberadaan unit pengangkut khusus dan pengolahan lanjutan dari sisa makanan di SPPG.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan seluruh sisa makanan MBG telah diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup melalui fasilitas TPST3R dan TPA.
"Kami sudah siap, semua sisa makanan tidak ada yang dibuang sembarangan," katanya.
KLH berharap pengelolaan sampah dari MBG menjadi perhatian serius di seluruh daerah demi keberlanjutan program dan pelestarian lingkungan. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |










