Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Karhutla Turun, Presiden Tekankan Strategi Jangka Panjang Lindungi Hutan

Karhutla Turun, Presiden Tekankan Strategi Jangka Panjang Lindungi Hutan
Presiden Prabowo Subianto
Senin, 04 Agustus 2025 07:39 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memuji kerja keras kementerian dan lembaga dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun ia juga memberikan peringatan tegas: kondisi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim belum berakhir.

Dalam rapat terbatas secara virtual yang digelar dari Hambalang, Minggu (3/8/2025), Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap capaian positif yang ditunjukkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan lembaga penanganan kebakaran lainnya.

"Presiden mengapresiasi upaya bersama yang berhasil menurunkan luas karhutla secara signifikan," ungkap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Data menunjukkan bahwa sepanjang 2024, luas area yang terbakar menurun hingga 33,3 persen dibanding 2023. Sementara sampai Agustus 2025, hanya tercatat 8.955 hektar area terbakar—angka terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Agustus, dan kebakaran bisa terjadi kapan saja jika kewaspadaan menurun. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat strategi pencegahan jangka panjang dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang makin terasa.

“Penurunan angka bukan alasan untuk lengah. Kita masih menghadapi tantangan besar ke depan,” tegas Teddy.

Presiden juga kembali menegaskan perlunya penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran hutan, serta pentingnya peran aktif pemerintah daerah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih dari sekadar menekan angka karhutla, pemerintah kini dituntut membangun sistem yang tangguh dalam menghadapi risiko iklim jangka panjang—dan Prabowo menilai kerja bersama adalah satu-satunya jalan untuk mencapainya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Lingkungan, Binawidya
wwwwww