KBRI Siaga, Pemerintah Jamin Keamanan WNI di Thailand dan Kamboja
![]() |
| Tentara Kamboja mengisi ulang peluncur roket ganda BM-21 di Provinsi Preah Vihear. senjata ini disiapkan untuk menyerang Thailand di daerah perbatasan. (Foto: AFP) |
JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia memastikan seluruh WNI di Thailand dan Kamboja dalam kondisi aman meski ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara meningkat. Upaya perlindungan dan pemantauan dilakukan secara aktif oleh Kedutaan Besar RI dan Kemenko Polkam.
Wakil Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menyampaikan bahwa tidak ditemukan WNI yang berada tepat di zona konflik. “Sejauh ini aman, tidak ada masalah. Kita terus monitor melalui deputi politik luar negeri,” ungkapnya, Jumat (25/7/2025).
Konflik bersenjata terjadi di kawasan hutan perbatasan yang jauh dari pemukiman warga. KBRI Phnom Penh juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja dan menerima kepastian bahwa tidak ada WNI yang menjadi korban.
Dubes RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, mendapat informasi langsung dari Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja, Prak Sokhonn, yang menyatakan tidak ada warga negara asing terdampak bentrokan tersebut.
KBRI mencatat sejumlah WNI berada di wilayah O’Smach, Provinsi Oddar Meanchey, dan terus melakukan pemantauan. Sementara itu, belum ditemukan data WNI di Provinsi Preah Vihear, daerah lain yang berdekatan dengan zona konflik.
Kamboja mengimbau semua warga, termasuk warga asing, untuk tidak bepergian ke dua provinsi tersebut demi keselamatan. Pemerintah Kamboja juga berupaya mendorong gencatan senjata melalui jalur diplomasi, termasuk menyurati Dewan Keamanan PBB dan Ketua ASEAN.
KBRI menegaskan akan terus siaga dan menjaga komunikasi dengan WNI di lapangan, termasuk membuka hotline untuk menerima pengaduan serta mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kuliner |











