Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah

Hari Kebaya Nasional 2025 Diperingati di Gedung Bersejarah
Peringatan Hari Kebaya Nasional 2025. (Ist)
Jum'at, 25 Juli 2025 11:25 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - Sejumlah wanita kompak terlihat cantik mengenakan kebaya dalam perayaan Hari Kebaya Nasional 2025 yang jatuh pada 24 Juli. Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) menjadi pihak yang memprakarsai perayaan tersebut yang berlangsung di Museum Mandiri, Jakarta.

"Pagelaran Hari Kebaya Nasional 2025 ini mengambil tema Kebaya: Merajut Kebhinekaan," kata Ketua Panitia Rihaya Syukur dalam sambutannya.

Ia mengungkapkan kebaya dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Kebaya merupakan jati diri perempuan Indonesia.

"Kami ingin mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan membanggakan kebaya," ujarnya.

Rihaya menilai kebaya tidak hanya menjadi busana melainkan juga membawa sejarah dan peradaban perempuan Indonesia yang tidak lekang oleh waktu.

"Ini bukan soal pakaian, tapi tentang peradaban. Kebaya membawa sejarah dan filosofi yang kaya," paparnya.

Perayaan tersebut berisi serangkaian acara mulai dari parade kebaya Nusantara, pertunjukan budaya, sesi diskusi inspiratif perempuan berkebaya, hingga kolaborasi dan jejaring lintas komunitas.

Beberapa tamu undangan juga berasal dari delegasi beberapa negara meliputi Laos, Myanmar, Thailand, Yordania, Tmor Leste, Kazakstan, Malaysia, Mongolia, India, Cyprus, dan Zimbabwe

Penggagas KPB Lia Nathalia mengakui bahwa tidak sedikit orang yang salah mengartikan tentang kebaya sebagai busana.

"Kebaya menjadi identitas diri dan bagi bangsa sebagai kerarifan lokal. Kebaya menjadi simbol keindahan dan juga kekuatan bagi perempuan. Kebaya patut dirawat dan diperkenalkan di dunia internasional," jelasnya.

Lia kemudian menambahkan bahwa museum menjadi tempat diadakannya pagelaran tersebut untuk mengajak masyarakat lebih banyak belajar mengenai sejarah.

"Komunitas kami juga berupaya untuk mengedukasi sebanyak mungkin orang agar datang dan mengunjungi museum, agar mengetahui sejarah bangsa ini. Karena hal ini masih cukup jarang dilakukan," tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2023 telah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Binawidya
wwwwww