Luna Maya Sebut Pernikahan Bukan Satu-Satunya Tujuan Hidupnya
![]() |
| Luna Maya. (Instagram) |
Penulis: Azhari Nasution
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Comic 8 Revolution, baru-baru ini, Luna Maya menekankan bahwa menjadi istri bukanlah satu-satunya pencapaian hidup yang harus dikejar.
“Gue tuh selalu berpikir, tidak pernah menjadikan pernikahan adalah goals dalam hidup,” kata Luna Maya, menolak anggapan umum bahwa perempuan baru dianggap ‘lengkap’ setelah menikah.
Luna Maya mengaku merasa bersyukur menikah di usia 41 tahun, bukan karena akhirnya ‘mengejar ketertinggalan’, tetapi karena itu adalah keputusan pribadi yang datang di waktu yang tepat. Dengan karier yang telah mapan dan pencapaian yang membuatnya puas secara pribadi, ia merasa bebas dari tekanan ambisi.
“Gue enggak punya ambisi lagi yang bikin gue merasa kalau menikah itu bisa menghambat. Sekarang justru gue ngerasa pas banget,” ungkap Luna Maya.
Lebih lanjut, Luna Maya menyoroti pentingnya ruang bagi perempuan untuk mengejar mimpi tanpa tekanan sosial. Ia mengajak para perempuan untuk tidak merasa bersalah ketika memilih mendahulukan karier atau pencapaian diri ketimbang menikah di usia muda.
“Terutama perempuan-perempuan yang punya ambisi. Enggak apa-apa kok egois terhadap diri sendiri, mengejar mimpi itu, mencapai apa yang kita mau,” ujarnya tegas.
Selama lebih dari dua dekade berkarier, Luna sering menerima pertanyaan yang sama: kapan menikah? Kini ia membuktikan bahwa pilihan menikah di usia matang tetap bisa membahagiakan, bahkan terasa lebih bermakna karena dilandasi kesiapan mental, bukan tekanan lingkungan.
“Gue ngerasa, ini next chapter-nya pas banget, dan gue enggak akan nyesel,” ucapnya mantap.
Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier digelar secara tertutup di Bali pada 7 Mei 2025, setelah menjalin hubungan sejak 2022. Namun lebih dari sekadar pernikahan selebritas, keputusan Luna menjadi refleksi penting bagi banyak perempuan Indonesia dalam meredefinisi arti sukses dalam hidup mereka. ***











