Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Bermain Cerdas Tanpa Tekanan, Indonesia U-23 Kuasai Grup A dan Kirim Malaysia Pulang

Bermain Cerdas Tanpa Tekanan, Indonesia U-23 Kuasai Grup A dan Kirim Malaysia Pulang
Para pemain Malaysia dan Timnas Indonesia U-23 bersiap menyambut sepak pojok pada laga pemungkas Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (21/7/2025) malam WIB. (bola.com/abdul aziz)
Selasa, 22 Juli 2025 06:01 WIB

JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, membuktikan kualitasnya. Meski dituntut hanya hasil imbang, ia tidak memilih bertahan, melainkan memainkan strategi tenang, efektif, dan disiplin saat menghadapi Malaysia pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-23 2025, Senin malam (21/7/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dengan hasil imbang 0-0 ini, Indonesia tampil sebagai juara grup dengan tujuh poin dan tanpa kebobolan sekalipun. Lebih dari sekadar hasil, Garuda Muda menunjukkan kedewasaan taktik—kemampuan mengatur tempo dan mematikan tekanan lawan secara sistematis.

“Anak-anak bermain dengan sangat fokus dan menjalankan instruksi secara disiplin,” ujar Vanenburg usai laga.

Malaysia datang dengan tekanan besar: wajib menang dua gol untuk lolos. Tapi Vanenburg tak terburu-buru. Ia tetap menurunkan pemain menyerang seperti Jens Raven dan Victor Dethan sejak awal, menunjukkan pendekatan berani meski posisi klasemen menguntungkan Indonesia.

Indonesia menguasai bola lebih baik di babak pertama dan menciptakan sejumlah peluang lewat kombinasi cepat. Namun pertahanan Malaysia masih tangguh. Di babak kedua, giliran Cahya Supriadi yang unjuk kemampuan, menyelamatkan gawang dari beberapa peluang emas.

Ketika stamina pemain mulai menurun, Vanenburg memasukkan pemain pelapis seperti Hokky Caraka dan Dominikus Dion untuk menjaga intensitas tim tetap stabil. Rotasi ini menunjukkan manajemen pertandingan yang rapi dan matang.

Laga ini menjadi bukti bahwa Indonesia bukan hanya menang karena individu, tetapi karena organisasi tim yang tertata. Garuda Muda kini melaju ke semifinal dengan catatan 9 gol, 0 kebobolan, dan satu rival utama—Malaysia—telah mereka pulangkan lebih awal. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kampus, Kuliner, Mimbar Bertuah
wwwwww