Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Karhutla Meluas di Sumbar, Dua Kabupaten Sudah Tanggap Darurat

Karhutla Meluas di Sumbar, Dua Kabupaten Sudah Tanggap Darurat
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan yang terus meluas di sejumlah wilayah.
Senin, 21 Juli 2025 19:44 WIB

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berencana menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah kasus kebakaran terus meluas di sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy, mengatakan kesimpulan penetapan status tersebut diambil dalam rapat lintas organisasi perangkat daerah, Senin (21/7/2025).

Dua kabupaten, yakni Limapuluh Kota dan Solok, telah lebih dahulu menyatakan status tanggap darurat.

"Untuk saat ini kita akan tetapkan status siaga darurat karhutla, untuk tanggap darurat melihat perkembangan ke depan bagaimana," ujarnya.

Ia menjelaskan, penetapan status darurat akan mempermudah koordinasi penanggulangan bencana dari segi alat, personel, dan biaya, baik dari pemerintah provinsi maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Di lapangan kita dihadapkan dengan keterbatasan armada, peralatan, dan personel. Sementara potensi karhutla masih tinggi," sambungnya.

BPBD Sumbar mencatat karhutla telah terjadi di delapan kabupaten/kota. Di Kabupaten Solok, kebakaran tercatat di 14 kecamatan, sementara Limapuluh Kota melaporkan kebakaran di 10 dari 13 kecamatan. "Data sementara menunjukkan total luas lahan terbakar hampir mencapai 300 hektare," ujar Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab.

Ia menyebut, personel dan peralatan tambahan telah dikirim ke wilayah yang telah menetapkan tanggap darurat maupun daerah yang meminta bantuan tambahan.

Berdasarkan laporan BMKG, Sumbar diperkirakan mengalami cuaca kering tanpa hujan hingga akhir Agustus. "Karena ancaman ini masih tinggi, maka kita akan tetapkan status siaga darurat," jelas Ilham.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Ferdinal Asmin, mengungkapkan peningkatan intensitas karhutla mulai terlihat sejak Juni. "Hari ini saja terpantau 25 hotspot karhutla di berbagai kabupaten/kota," katanya.

Sejak Januari, tercatat lebih dari 1.700 hotspot yang memicu 66 kasus kebakaran dengan luas terdampak mencapai 201 hektare. "Melihat kondisi saat ini, tentu ini akan tambah meluas," ujarnya.

Ferdinal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam upaya pencegahan. Menurutnya, faktor terbesar penyebab karhutla adalah ulah manusia, baik disengaja maupun tidak. ***

wwwwww