Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Cendekia

Premanisme Parkir di Aur Kuning Bukittinggi, Wisatawan Dipalak Rp10 Ribu

Premanisme Parkir di Aur Kuning Bukittinggi, Wisatawan Dipalak Rp10 Ribu
Ilustrasi (net)
Senin, 30 Juni 2025 20:48 WIB

BUKITTINGGI – Tiga orang juru parkir liar di kawasan Simpang Aur Kuning, Bukittinggi, Sumatera Barat, diamankan pihak kepolisian setelah diduga memalak wisatawan dengan tarif parkir tak sesuai aturan. Korban bernama Defri, wisatawan asal Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara, melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Kota Bukittinggi pada Minggu (29/6/2025).

"Kami bukan keberatan bayar Rp10 ribu, asal sesuai Perda. Tapi jukir itu malah menjawab kasar dan bilang tarif ditentukan oleh mereka," ujarnya.

Kejadian bermula saat Defri memarkir kendaraannya di depan sebuah ruko tutup. Seorang jukir langsung mendatangi dan meminta uang parkir Rp10 ribu, mengklaim itu tarif resmi.

Namun saat diminta dasar hukum tarif tersebut, jukir malah bersikap arogan dan mengeluarkan kata-kata kasar.

Laporan itu segera ditindaklanjuti oleh tim opsnal Polsek Bukittinggi yang dipimpin Bripka Hendri. Ketiga jukir berhasil diamankan tanpa perlawanan.

"Penindakan ini sesuai perintah Kapolri dalam memberantas premanisme dan menjaga kenyamanan selama libur sekolah," jelas Hendri.

Ketiganya kini menjalani pembinaan. Polisi juga akan memperketat pengawasan di titik-titik parkir rawan pungli.

Defri mengapresiasi respon cepat kepolisian yang langsung menangani laporan dan mengamankan para pelaku.

Bukittinggi sebagai kota wisata memprioritaskan kenyamanan dan keamanan pengunjung, terutama di masa kunjungan meningkat. ***

wwwwww