Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
11 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
56 menit yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
53 menit yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
6
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
50 menit yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Home  /  Berita  /  Gelanggang

PSS Sleman Hanya Dihukum Kurang 3 Poin dan Denda, Football Institute: Ini Kematian Penegakan Hukum Sepakbola

PSS Sleman Hanya Dihukum Kurang 3 Poin dan Denda, Football Institute: Ini Kematian Penegakan Hukum Sepakbola
PSS Sleman. (Foto; Dok.ligaindonesiabaru)
Senin, 12 Agustus 2024 19:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Keraguan Founder Fotball Institute Budi Setiawan terhadap kredibilitas Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terkait hukuman PSS Sleman telah terbukti. Setelah terkatung-katung selama berbulan-bulan akhirnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman PSS Sleman dengan pengurangan 3 poin dan denda senilai Rp150 juta. 

Tidak heran jika Budi Setiawan angkat bicara. Dia menyebut Komdis PSSI harusnya mendegradasi PSS Sleman dari Liga 1 dan bukan memberikan hukuman terlalu ringan untuk kejahatan Match Fixing yang diharamkan dalam dunia sepakbola.

Tindakan Komdis PSSI ingin menyelamatkan PSS, kata Budi, ada dua hal yang mendasar. Pertama, dari sisi waktu putusan jelas absurd, karena kick off Liga 1 sudah dimulai, dan PSS Sleman sudah melakoni laga perdana.

Kedua, putusan PSS Sleman ini adalah putusan tunggal pertama di Komdis PSSI terkait kompetisi liga 1 2024/2025. Namun anehnya, putusan ini justru tidak dipublikasikan secara resmi oleh PSSI di website resminya.

Keputusan Komdis PSSI ini, kata Budi Setiawan, bukan hanya  berdampak buruk terhadap janji kampanye Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang menginginkan sepakbola bersih dan penegakan disiplin tetapi kematian terhadap penegakan hukum sepakbola.

"Kalau putusan Komdis PSSI terhadap pelaku match fixing hanya pengurangan 3 poin atau lebih sedikit hukumannya dari tidak datang bertanding ini menjadi contoh buruk ke depan. Klub-klub lain akan nekad melakukan hal yang sama dengan menghalalkan segala cara meraih kemenangan," tegasnya.

"Putusan Komdis PSSI ini sama saja mempermalukan Erick Thohir. Saya pikir agar komitmen Erick Thohir ini clear dan tidak dianggap lips service, ya jangan ragu mereformasi Komdis PSSI yang sudah jelas-jelas mempermainkan aturan. Ini kematian bagi penegakan hukum sepakbola," tandasnya. ***

wwwwww