Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Ketua NOC Apresiasi Sikap Tegas PSSI Tunda Liga 1 Demi Olimpiade 2024 Paris

Ketua NOC Apresiasi Sikap Tegas PSSI Tunda Liga 1 Demi Olimpiade 2024 Paris
Raja Sapta Oktohari bersama Menpora Dito Ariotedjo. (NOC Indonesia)
Minggu, 31 Maret 2024 17:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari mengapresiasi sikap tegas PSSI yang menunda gelaran Liga 1 demi Timnas U 23 Indonesia yang akan mengikuti Piala Asia U 23 2024 Qatar dan juga babak kualifikasi Olimpiade 2024 Paris.

Penundaan diputuskan melalui Rapat Executive Committee (Exco) yang digelar Sabtu (30/3) itu dilakukan supaya klub-klub peserta Liga 1 2023/2024 bisa meminjamkan pemainnya untuk tampil bersama Timnas U 23 Indonesia di Piala Asia U-23 2024. Penundaan diberlakukan sejak pekan ke-31 yang dimulai pada 1 April 2024 sampai Piala Asia U-23 2024 selesai pada 3 Mei 2024.

Penampilan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia sangat penting, meningat event tersebut sekaligus menjadi kualifikasi Olimpiade 2024 Paris. Di Piala Asia, tim asuhan Shin Tae Yong itu tergabung di Grup A bersama tuan rumah Qatar, Yordania dan Australia.

"Kami mengapresiasi sikap tegas PSSI yang memprioritaskan Olimpiade dari pada liga. Langkah yang diambil ini sudah sangat tepat karena kepentingan Nasional atau Merah Putih lebih besar dari kepentingan pribadi maupun kelompok," ujar Raja Sapta Oktohari.

Timnas Indonesia berpeluang lolos ke Paris 2024 jika minimal merebut peringkat ketiga atau menembus semifinal dan menang dalam perebutan tempat ketiga di Qatar nanti. Jika kalah dalam perebutan tempat ketiga, Skuat Garuda Muda harus melakoni playoff melawan wakil Afrika, Guinea karena menempati posisi keempat Piala Afrika U-23 2023.

"Sebagai masyarakat Indonesia kita harus mendukung perjuangan Timnas Indonesia supaya bisa lolos ke Olimpiade. Jika terjadi, ini bisa menjadi sejarah baru buat sepak bola Indonesia dan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola kita ke depan," ungkap Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari.

Sepanjang sejarah, Timnas Indonesia baru sekali lolos dan tampil di Olimpiade, yakni pada 1956 di Melbourne, Australia. Kala itu, langkah Timnas Indonesia yang dilatih  Tony Pogacknik terhenti di babak perempat final usai dikalahkan Uni Soviet 0-4 pada laga yang digelar di Olympic Park Stadium, Melbourne. ***

wwwwww