Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

PPFI dan PTOI Bentuk Sains Olahraga Indonesia Raya

PPFI dan PTOI Bentuk Sains Olahraga Indonesia Raya
Pengurus PPFI dan PTOI. (Ist)
Senin, 04 Maret 2024 11:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) dan Persatuan Terapis Olahraga Indonesia (PTOI) sepakat membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Sains Olahraga Indonesia Raya. Bahkan, Ketua Umum PTOI Chairul Umam sepakat mengangkat Ketua Umum PPFI Pusat Drs Kelana Sukma Anggun Jatnika S.Pd sebagai Direktur LSP Sains Olahraga Indonesia Raya.

Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (4/3/2024), Kelana mengatakan, keberadaan PPFI dan PTOI selama ini bertugas mengembangkan dan mengedukasi Sumber Daya Manusia (SDM) Tenaga Keolahragaan khususnya pelatih fisik dan terapis olahraga. Untuk itu, PPFI dan PTOI perlu wadah sehingga bisa bersonergi dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. 

“Peningkatan kualitas pelatih fisik dan terapis olahraga ini bisa berdampak terhadap peningkatan prestasi olahraga Indonesia ke depan. Makanya, PPFI dan PTOI membentuk Sains Olahraga Indonesia Raya sehingga program kerjanya lebih terarah dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan prestasi olahraga Indonesia ke depan," tegasnya. 

LSP Sains Olahraga Indonesia Raya ini, kata Kelana, sudah sejalan dengan rencana pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang mulai akan menertibkan para tenaga keolahragaan di Indonesia dengan standarisasi Lisensi Nasional dibawah pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

WartaPKU.com Drs Kelana Sukma Anggun Jatnik
Drs Kelana Sukma Anggun Jatnika S.Pd (baju hitam) dan Khairul Umam. (Ist)

“LSP Sains Olahraga Indonesia Raya akan menjadi perpanjangan tangan BNSP dalam upaya menciptakan pelatih fisik dan terapis olahraga yang memiliki lisensi sesuai dengan aturan yang diberlakukan BNSP,” tandasnya. 

LSP Sains Olahraga Indonesia Raya memiliki 7 skema kompetensi. Yakni, Pelatih fisik nasional level pemula, Pelatih fisik nasional level muda, Pelatih fisik nasional level madya, Pelatih fisik nasional level utama, Terapis olahraga nasional level pemula, Terapis olahraga nasional level madya dan Terapis olahraga nasional level utama. ***

wwwwww