Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
20 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Satu-satunya Wakil Afrika, Mali Ingin Torehkan Sejarah di Piala Dunia U-17 2023

Satu-satunya Wakil Afrika, Mali Ingin Torehkan Sejarah di Piala Dunia U-17 2023
Timnas U 17 Mali saat menjalani latihan persiapan. (Dok. LOC WCU17/RKY)
Senin, 27 November 2023 21:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SOLO - Timnas U 17 Mali sudah melangkah jauh di Piala Dunia U-17 2023. Kini, Mali pun tak ingin pulang dengan sia-sia. Sebagai satu-satunya wakil Afrika yang tersisa hingga semifinal, mereka ingin menorehkan sejarah melanjutkan langkah para pemain muda Mali hingga puncak.

Mali dikepung tim unggulan. Dan, mereka menjadi satu-satunya kuda hitam yang siap membuat kejutan. Pelatih Timnas U 17 Mali, Soumaila Koulibaly mengatakan keyakinannya tim memiliki kapasitas untuk mencapai laga puncak.

"Kami sudah bekerja keras agar bisa sampai di sini. Kami satu-satunya tim dari Afrika yang mencapai semifinal ini," kata Koulibaly dalam jumpa pers pre-match di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (27/11/2023),

"Tentu kami ingin melanjutkan langkah kami dengan para pemain muda ini. Tampil di Piala Dunia tentu mimpi kami adalah meraih trofi. Di sini kami berupaya untuk mencetak gol di laga nanti," ujar dia.

Mali bertemu Timnas U 17 Prancis di laga semifinal di Stadion Manahan, Solo, Selasa (28/11/2023). Prancis jelas bukan lawan enteng karena menjadi salah satu unggulan.

Namun Mali seperti mendapat keuntungan karena mereka sudah familiar dengan Manahan. Mereka mengawali pertarungan di penyisihan grup di Solo.

Meski sempat meninggalkan Solo karena berlaga di Surabaya di babak 16 besar, namun Mali kemudian kembali ke kota batik saat menyingkirkan Timnas U 17 Maroko dengan skor 1-0 di perempat final.

Prancis diyakini Mali bukan tim sembarangan. Apalagi mereka jadi satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan di waktu normal pertandingan.

Prancis memiliki pertahanan paling tangguh di turnamen ini dan belum pernahibobol. Sementara Mali justru menjadi salah satu tim paling produktif dengan mencetak 14 gol di turnamen ini. Maka tidak berlebihan jika Koulibaly menilai laga ini bakal sulit.

"Ini akan jadi pertandingan yang sulit. Prancis sudah melewati itu saat melawan Uzbekistan di pertandingan yang sangat melelahkan. Tetapi kami juga bisa mengalahkan Maroko dengan ofensif," ujar dia.

"Dengan segala hal yang sudah kami prediksi sebelumnya, tentu kami akan mempersiapkan segalanya, karena laga ini akan menjadi laga yang terbuka," tukas Koulibaly.

Koulibaly juga memastikan jika dirinya telah menganalisis permainan, baik timnya sendiri maupun calon lawan dengan menonton semua pertandingan sendiri maupun Prancis. Dia meyakini bahan yang telah diperolehnya akan bisa mendukung penampilan Mali.

Ini akan jadi semifinal kedua bagi Mali di Piala Dunia U-17 ini. Pada edisi 2017, Mali gagal melaju lebih jauh dari empat besar setelah kandas di tangan Brasil 2-0.

Sang kapten, Ibrahim Diarra menegaskan dirinya tidak ingin mengulangi kegagalan mereka di semifinal Piala Afrika U-17 (CAF) di Aljazair, Mei 2023. Mereka gagal ke final setelah dikandaskan Maroko. Setelah kesialan di Aljazair, Diarra mengaku menargetkan mencapai final di Piala Dunia U-17.

"Di Piala Afrika, saya dan Ibrahim (Kanate) sama-sama gagal mengeksekusi penalti, tetapi itulah sepak bola, dan kami tidak menyerah. Kami bangkit kembali, dan itu bagus. Kami pun sebelum laga (perempat final), juga telah berkata satu sama lain bahwa kita tidak akan mengulangi hal itu," katanya.

Diarra memastikan bahwa tim  bakal habis-habisan dan tampil percaya diri saat menghadapi Prancis. Meski sulit, tapi dia kembali menegaskan percaya kepada diri sendiri dan tim fokus menghadapi Prancis sebagai bagian untuk mengangkat trofi. ***

wwwwww