Home  /  Berita  /  Gelanggang

Adanya Temuan Satgas Antimafia Bola, Budi Setiawan: Itu Sinyal Kuat dari Kapolri

Adanya Temuan Satgas Antimafia Bola, Budi Setiawan: Itu Sinyal Kuat dari Kapolri
Founder Football Institute Budi Setiawan. (Ist)
Senin, 26 Juni 2023 15:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Founder Football Institute Budi Setiawan menyambut baik pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang adanya temuan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk sejak Maret 2023. Dia menyebut pernyataan itu sebagai sinyal kuat agar tidak berbuat macam-macam pada Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2023/2024 nanti.

"Saya menyambut baik pernyataan pak Kapolri tentang adanya temuan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk Maret 2023 lalu. Apalagi, penyataan itu diungkapkan sepekan menjelang kick off yang rencananya dilakukan 1 Juli 2-23," kata Budi Setiwan di Jakarta, Senin (26/6/2023).

"Pernyataan pak Kapolri itu merupakan sinyal kuat agar tidak ada yang berbuat macam-macam pada kompetisi Liga 1 dan Liga 1 musim 2023/2024 nanti. Dan, saya yakin pasti akan ada tindakan tegas dari Polri kepada pelakunya," tambahnya.

Adanya temuan Satgas Antimafia Bola itu diungkapkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia mengatakan Satgas tersebut menemukan indikasi kecurangan oleh perangkat pertandingan. "Kita temukan, sekali lagi kita temukan adanya indikasi pelanggaran ataupun kecurangan yang dilakukan oleh perangkat pertandingan," kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/6/2023).

Sigit enggan menjelaskan detail temuan tersebut. Dia mengatakan Polri sedang mengusut lebih lanjut temuan dugaan kecurangan perangkat pertandingan itu.
"Saya tidak perlu sebutkan perangkat pertandingan itu siapa, tapi dalam waktu dekat saya perintahkan kepada Satgas Antimafia Bola untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan sesuai dengan data-data yang kami temukan," ucapnya.

Kapolri juga memastikan Satgas Antimafia Bola terus bekerja sebagai bentuk komitmen Polri mengawal kompetisi liga sepakbola berlangsung dengan aman. "Ini komitmen kami Polri dengan membentuk satgas antimafia bola ingin mengawal agar kompetisi liga, baik Liga 1, 2, 3 akan menghasilkan kompetisi yang fair," ucapnya.

Lebih jauh Budi Setiawan menyebut Football Institute siap memberikan hasil riset data dan trend penugasan wasit pada Liga 1 dan 2 musim 2020/2021 hingga 2022/2023 jika memang dibutuhkan Polri. "KIta siap memberikan hasil riset data jika memang dibutuhkan Polri. Dan, kita juga memiliki data-data lainnya sebagai penunjang," tegasnya.

Dalam data tersebut, tercatat 14 wasit yang dalam tiga tahun terakhir memiliki pertandingan secara dominan. Tiga wasit teratas antara lain seperti Thoriq M. Alkatiri dengan 34 kali memimpin pertandingan, yakni 19 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 15 kali di musim 2022-2023.

Kemudian Agus Fauzan Arifin dengan 32 kali memimpin pertandingan, melalui 20 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 12 kali di musim 2022-2023. Serta Steven Yubel Poli dengan 31 kali memimpin pertandingan, melalui 16 kali di Liga 1 musim 2020-2022 dan 15 kali di musim 2022-2023.

Data itu juga mengungkap ada beberapa klub yang dipimpin oleh wasit yang sama, seperti laga Arema FC yang dipimpin oleh wasit Ginanjar Rahman Latief sebanyak delapan kali, Agus Fauzan Arifin enam kali dalam pertandingan Liga 1 dan Piala Menpora musim kompetisi 2020/2023 sampai dengan 2022/2023.

Bahkan, terdapat tiga wasit yang terhukum pada musim 2022/2023 namun masih memiliki jam terbang tinggi dalam memimpin pertandingan. Seperti Faulur Rosy diskor 10 pekan, Fariq Hitaba dan Yudi Nurcahya yang diskor delapan pekan, namun secara cap mereka masih paling tinggi, yakni dengan total penugasan 30 laga (Faulur Rosy) dan 27 laga untuk Fariq Hitaba dan Yudi Nurcahya. ***

wwwwww