Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Lima Puluh

Jemaah Tarekat Syattariyah Bukittinggi Tetap Puasa, Rayakan Idulfitri Senin

Jemaah Tarekat Syattariyah Bukittinggi Tetap Puasa, Rayakan Idulfitri Senin
Jemaah Tarekat Satri di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memutuskan untuk merayakan Idulfitri 1 Syawal 1444 H pada Senin (24/4/2023). Foto/iNews TV/Wahyu Sikumbang
Minggu, 23 April 2023 08:24 WIB
BUKITTINGGI – Jemaah Tarekat Syattariyah di Kota Bukittinggi, Sumatera Utara, tidak terpengaruh oleh penanggalan yang diumumkan oleh pemerintah pusat dan tetap menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Berdasarkan metode hisab takwin yang mereka gunakan, jemaah Tarekat Santri akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 H pada Senin (24/4/2023).

Pakiah Tuanku Nan Basa, pimpinan jemaah Tarekat Syattariyah Bukittinggi, mengatakan, "Kita sempurnakan puasa Ramadan 30 hari, sehingga Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1444 H baru akan dilaksanakan pada Senin (24/4/2023)."

Penentuan tanggal tersebut dilakukan dengan menyaksikan hilal, namun dari hasil pengamatan di perbukitan Bukik Lampasa di Kelurahan Puhun Pitu Kebun, Kecamatan Mandiangin Koto Selatan, Kota Bukittinggi, hilal belum terlihat.

Para jemaah Tarekat Syattariyah, yang tersebar di sejumlah wilayah di Sumatera Barat, masih menjalankan salat Tarawih pada Sabtu (22/4/2023) malam.

Dalam penentuan 1 Syawal, jemaah Tarekat Santri menggunakan metode hisab takwin, yakni melihat bulan dengan mata telanjang tanpa alat bantu.

Dengan metode tersebut, jemaah Tarekat Santri di Kota Bukittinggi baru memulai melaksanakan puasa Ramadan pada 25 Maret 2023.

Keputusan ini menunjukkan komitmen kuat jemaah Tarekat Santri untuk tetap berpegang pada tradisi dan metode yang mereka yakini dalam menentukan awal dan akhir Ramadan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sindonews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Lima Puluh
wwwwww