Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Meski Tolak Israel, Ganjar Pranowo Mengaku Kecewa Piala Dunia U-20 Batal di Indonesia

Meski Tolak Israel, Ganjar Pranowo Mengaku Kecewa Piala Dunia U-20 Batal di Indonesia
Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 31 Maret 2023 00:56 WIB

JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi salah satu kepala daerah yang menolak kehadiran tim nasional atau timnas Israel pada Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan di Indonesia. Setelahnya, Ganjar mengaku kecewa lantaran Indonesia gagal menjadi tuan rumah.

Kekecewaan itu dilontrakan Ganjar karena melihat pemerintah Indonesia sudah menyiapkan pertandingan sepak bola internasional tersebut. "Ya, kecewa lah, kita sudah siapkan sejak awal kok, kan tinggal beberapa catatan saja yang bisa kita lakukan," kata Ganjar di Semarang, Kamis (30/3/2023).

Meskipun FIFA sudah memastikan untuk mencabut status sebagai tuan rumah, namun menurutnya masih ada peluang Indonesia menjadi co-host Piala Dunia U-20.

Menurut Ganjar, masih ada peluang Indonesia menjadi Co-Host Piala Dunia U-20. "Kalau boleh saya sampaikan, di awal-awal yang berkomunikasi sebelum saya mengeluarkan statemen kepada seluruh kementerian, termasuk PSSI adalah peluang co-host sehingga relasi antarnegara, konstitusi terpegang, dan olahraga berjalan," ujanya.

Dalam kesempatan yang sama, kepala daerah dari PDIP tersebut meminta seluruh pihak untuk menanti hasil final dari pertemuan FIFA dan pemerintah. "Satu kata yang saya sampaikan tunggu keputusan satu tahap lagi, kalau bahasanya Mas Gibran (Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka) di Twitter-nya 'ada plan b dan plan c', mudah-mudahan November 2023 ada keputusan yang baik untuk kita semua," jelasnya.***

wwwwww