Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
6
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
13 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Biang Keladi Kegagalan Indonesia Gelar Piala Dunia U-20, Elektabilitas Ganjar Bisa Terjun Bebas

Biang Keladi Kegagalan Indonesia Gelar Piala Dunia U-20, Elektabilitas Ganjar Bisa Terjun Bebas
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (Foto; istimewa)
Jum'at, 31 Maret 2023 00:45 WIB

JAKARTA - Mimpi Indonesia untuk berlaga dan menjadi tuan rumah dalam ajang Piala Dunia U-20 terkubur sudah. FIFA resmi membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 yang digelar tahun ini.

Dalam keterangan resminya, FIFA tidak menyebut faktor penolakan kehadiran Tim Israel sebagai penyebab pencoretan tersebut. Sekalipun banyak pihak yang menghubungkan pencoretan ini sebagai buntut dari sikap Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menolak kehadiran Israel dalam turnamen tersebut.

Melalui laman resminya, FIFA justru menyinggung tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Oktober 2022. Tragedi tersebut telah membuat 135 orang kehilangan nyawa.

Meskipun begitu, publik kadung memberikan sentimen negatif terhadap Ganjar dan Koster yang merupakan kader PDIP sebagai biang keladi batalnya Indonesia menghelat ajang sepak bola kelas dunia ini.

Dalam pandangan Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, hal ini menjadi dilema bagi Ganjar dan PDIP. Sentimen negatif ini bisa membuat elektabilitas Ganjar dan PDIP terjun bebas.

"Ini akan berpengaruh signifikan (terhadap) penurunan elektabilitas Ganjar terutama dari kelompok milenial yang gemar sepak bola, juga penurunan suara dari pemilu nonideologis. Sementara pemilih ideologis terutama pemilih Islam juga sulit diperoleh," kata Andi, Kamis (30/3/2023).

Lalu bagaimana potensi suara PDIP dalam Pemilu Legislatif 2024? Andi memprediksi kegagalan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akan berimbas juga pada penurunan suara PDIP dari kantong pemilih milenial dan pemilih tradisional yang berasal dari pencinta sepak bola. "Sebagai efek dari penolakan Bali dan Jateng yang diidentifikasi sebagai kader PDIP atas kehadiran Israel dalam drawing piala dunia U-20," demikian Andi Yusran.

Sejauh ini tuan rumah baru pengganti Indonesia belum diumumkan oleh FIFA, meski tanggal turnamen tidak berubah. Sementara sanksi untuk PSSI akan diputuskan FIFA pada tahap selanjutnya.***

wwwwww