Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
19 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Binawidya

Terhalang Awan, Hilal Tidak Terlihat di Padang dan Takalar

Terhalang Awan, Hilal Tidak Terlihat di Padang dan Takalar
Kemenag Batang saat melakukan pemantauan hilal, di titik pantau pesisir Pantai Ujungnegoro, Kompleks Makam Syeikh Maulana Maghribi, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2023). (Foto: GoNews.co)
Rabu, 22 Maret 2023 23:46 WIB

JAKARTA - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1444 Hijriah jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023 berdasarkan hasil pemantauan di 124 lokasi titik rukyatul hilal di seluruh Indonesia. Namun, di Takalar, Sulawesi Selatan, dan Kota Padang, Sumatera Barat, hilal tidak terlihat karena terhalang awan.

Namun, Tim Rukyatul Hilal Sumbar melakukan peneropongan pada pukul 17.30 WIB dari lantai 4 gedung Dinas Kebudayaan Sumbar di Kota Padang. Rukyatul Hilal ini diselenggarakan atas kerjasama Kanwil Kemenag Sumbar bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Badan Hisab Rukyat Provinsi, dan pimpinan Ormas Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Wilayah Sumbar Helmi mengatakan hilal tidak tampak di Kota Padang karena tertutup awan. "Kita sudah sama-sama menyaksikan tadi, untuk kondisi Kota Padang hilal tidak kelihatan. Cuaca khususnya tempat kita melihat hilal saat ini awan cukup tebal. Cuaca kurang bersahabat," ujarnya, Rabu, (22/3/2023).

Lanjutnya, berdasarkan ilmu pengetahuan, hilal itu sesungguhnya sudah bisa kelihatan karena sudah di atas 8 derajat. "Hasil ini nantinya akan kita laporkan ke Kementerian Agama RI untuk dijadikan bahan dalam menentukan awal jatuhnya awal 1 Ramadhan 1443 H," tuturnya.

Rukyatul Hilal atau pengamatan hilal di Pantai Wisata Galesong Takalar terkendala awan tebal. Hingga pukul 18.45 Wita, hilal tidak bisa terlihat. "Tadi kita sudah lihat pengamatannya terhalang awan tebal. Tapi sebelumnya BMKG Makassar sudah menyampaikan bahwa ketinggian hilal sudah mencapai 7 derajat," tutur Kepala Kemenag Sulsel, Khaeroni.

Sementara Koordinator Bidang Observasi dan Pemantauan BMKG Makassar, R Jamroni mengatakan pengamatan pada pukul 18.15 Wita memang terganggu awan tebal. Akibatnya, hilal tidak terlihat jelas. " Ada awan tebal, sehingga hilal tidak tampak," tuturnya

Meski demikian, berdasarkan pengamatan awal, ketinggian bulan sudah 7,33 derajat. "Ini datanya sekitar 7 derajat, ketinggian hilal hari ini atau pengamatan kurang lebih sekitar 30 menit. Kita akan amati lagi mulai terbenam di jam 18.12 sampai 18.42 Wita," ujarnya kepada wartawan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Binawidya
wwwwww