Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
24 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
21 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
5
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
23 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
19 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Demi Amankan Jabatan di PSSI, Nama Presiden "Dijual"

Demi Amankan Jabatan di PSSI, Nama Presiden Dijual
Koordinator SOS, Akmal Marhali.
Kamis, 29 Desember 2022 12:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Di tengah para pemain Timnas Indonesia sedang fokus meraih prestasi terbaik di Turnamen Sepakbola Piala AFF 2022, sejumlah oportunis di PSSI melakukan gerilya bawah tanah untuk mengamankan jabatan. Ironisnya, yang melakukan adalah para pejabat teras di PSSI. Sekjen YN, Anggota Exco, JR, dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB), FP.

YN dan JR mengumpulkan voters di FX Senayan usai laga Indonesia melawan Kamboja, 23 Desember 2022. Mereka mengarahkan untuk mendukung Erick Thohir dengan "menjual" nama Presiden Joko Widodo. Sementara FP gerilya via telepon ke sejumlah voter dengan menekankan untuk mendukung Erick Thohir yang katanya permintaan dari Istana Negara.

"Sungguh, gerakan yang tidak bermoral dan beretika. Apalagi sampai menjual nama Presiden Joko Widodo hanya untuk mengamankan jabatan. Sepakbola harusnya berjalan sesuai dengan martabatnya yang mengedepankan sportivitas dan fair play. Tidak harus menjual nama orang nomor satu di Republik Indonesia. Ini memilukan dan memalukan," kata Akmal Marhali, Koordinator Save Our Soccer #SOS melalui siaran persnya yang diterima Kamis (29/12/2022).

Menariknya, bukan sekadar membawa nama Presiden, #saveOurSoccer juga sudah disampaikan komposisi para exco kabinet Erick Thohir. Disebutkan bahwa posisi Wakil Ketua akan diisi Yunus Nusi dan Juni Rachman. Para Exco antara lain Ferry Paulus, Arya Sinulingga, Amir Burhanuddin, John Wempi Wetipo. Total, yang mendukung sejauh ini sudah 69 suara.

"Manuver yang dilakukan oleh sejumlah pejabat di PSSI dan LIB ini sungguh tidak sehat. Apalagi dilakukan di tengah para pemain timnas sedang berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di Piala AFF," ungkap Akmal.

Lebih lanjut Akmal menegaskan bahwa manuver busuk ini melanggar Kode Etik dan Statuta PSSI. "Sekjen itu digaji sekitar Rp 75 juta perbulan. Tugasnya sudah termaktub di Statuta PSSI pasal 61. Fokus melaksanakan kebijakan exco dan menjalankan manajemen organisasi. Sekjen itu profesional dan tidak boleh melakukan manuver di luar tugas kerjanya," kata Akmal.

"Kalau dia mau bermain politik lebih baik mengundurkan diri dulu. Itu lebih gentelman. Sekjen sudah melanggar statuta PSSI, maka harus dipecat!," tegasnya.

Sementara Exco dan Dirut LIB juga melanggar kode etik PSSI. "Komite Etik PSSI harus turun tangan untuk menyidangkan manuver para pejabat di PSSI. Mereka harusnya dijatuhi hukuman etik," kata Akmal yang juga anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan.

"Jangan sampai sepakbola Indonesia tersesat karena prilaku menyimpang para pejabatnya yang ingin mempertahankan jabatan," tutupnya. ***

wwwwww