Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
21 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
18 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
18 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
21 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
16 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Cuaca Buruk, Kapal Crane Batu Bara Karam di Laut Banyuasin Sumsel

Cuaca Buruk, Kapal Crane Batu Bara Karam di Laut Banyuasin Sumsel
Kapal ARK Shiloh Jakarta yang biasa digunakan sebagai pemindah batu bara, karam di perairan laut Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/12/2022) pagi.. (Sumber: Sripoku)
Rabu, 28 Desember 2022 16:54 WIB

JAKARTA - Sebuah kapal crane yang dipakai untuk memindahkan batu bara tenggelam di perairan laut Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/12/2022) pagi.

Peristiwa ini dikonfirmasi oleh Kepala Subdit Gakkum Direktorat Air dan Udara Kepolisian Daerah Sumatera Selatan AKBP Erwin Irawan. "Ya benar, kejadiannya tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB di perairan Sungsang, atau ambang luar (berbatasan Selat Bangka, Kepulauan Bangka Belitung)," kata Erwin, dikutip Antara.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Palembang Mayor Marinir Sandi Varikta menjelaskan, kapal tenggelam akibat cuaca buruk di perairan setempat. Dia menjelaskan bahwa kapal ARK Shiloh Jakarta itu diterjang ombak sehingga mengalami kebocoran. "Akibatnya terjadi kebocoran pada bagian kanan, terjadi kemiringan mulai pukul 03.00 WIB pagi," kata Sandi, menukil laporan Sripoku.

Mengetahui kapal dalam kondisi bocor, Sandi menyebut pihaknya sempat berupaya mengeluarkan air dengan mesin pompa. Akan tetapi, kapal kian miring ke kanan, sehingga awak kapal langsung dievakuasi. "Kami kemudian mengambil tindakan untuk mengevakuasi 36 ABK menuju ke Pelabuhan Tanjung Api-Api," terang Sandi.

Menyusul kejadian ini, kapal patroli 327 kemudian meluncur ke lokasi untuk mengecek dampak pencemaran. Sandi mengatakan, "Informasi yang kami terima, untuk sisa BBM di kapal pilot tersebut masih 46 ton solar."

"Kita berkoordinasi dengan navigasi agar dilaksanakan penandaan di lokasi kejadian, karena area tersebut selama ini digunakan untuk aktivitas kapal bongkar muat," sambung dia.

Sandi menjelaskan bakal ada investigasi untuk mengetahui penyebab karamnya kapal crane yang biasa beroperasi memindahkan batubara dari tongkang menuju kapal pengangkut batubara tersebut.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, GoNews Group
wwwwww