Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
22 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
22 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
4
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
12 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
5
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
13 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PKS Tagih Janji Erick Thohir untuk Turunkan Harga BBM Subsidi

PKS Tagih Janji Erick Thohir untuk Turunkan Harga BBM Subsidi
Selasa, 20 Desember 2022 21:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menagih janji Menteri BUMN, Eric Thohir yang akan menurunkan harga BBM bersubsidi bila harga minyak dunia di bawah USD 75 per barel.

Mulyanto mengingatkan bahwa saat ini harga minyak dunia sudah berada di angka USD 70 per barel. Selisih USD 5 per barel dari angka yang ditargetkan Erick.

Karena itu, kata Mulyanto, sudah sepantasnya Menteri BUMN itu memenuhi janjinya menurunkan harga BBM bersubsidi. Agar aktivitas ekonomi masyarakat makin menggeliat.

"Yang saya tahu Pak Eric orang yang komit dengan janjinya. Saya yakin soal penurunan harga BBM bersubsidi ini bakal ditepati.

Sebagai orang yang selalu berhasil jadi tim sukses, baik pilpres atau mantenan, jadi tidak mungkin ingkar janji. Toilet SPBU gratis maupun angkat kasus korupsi PT Krakatau Steel juga ditepati," kata Mulyanto.

Mulyanto menyebut sekarang saat yang tepat bagi Pemerintah menurunkan harga BBM. Sebab harga minyak dunia sudah berada jauh di bawah asumsi APBN yaitu sebesar USD 100 per barel. Karena itu tidak ada alasan bagi Pemerintah menunda-nunda penurunan harga BBM bersubsidi ini.

Ia mendesak Pemerintah segera menyesuaikan harga BBM bersubsidi agar tidak terus menjadi beban bagi masyarakat. Penurunan harga BBM bersubsidi itu merupakan hak masyarakat tidak mampu.

"Pemerintah harus komit dengan pernyataannya yang akan menurunkan harga BBM bersubsidi bila harga minyak dunia turun. Jangan sampai masyarakat menganggap Pemerintah tidak adil karena bersedia memberi subsidi Rp 80 juta kepada orang kaya untuk beli satu unit mobil listrik. Tapi mensubsidi 2.000 per liter kepada masyarakat miskin malah tidak bersedia," tegasnya.***

wwwwww