Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Parlemen

Saat JK Melarang Anies Baswedan Kampanye ke Daerah-daerah

Saat JK Melarang Anies Baswedan Kampanye ke Daerah-daerah
Pertemuan Jusuf Kalla dan Anies Baswedan. (foto: Istimewa)
Minggu, 26 Juni 2022 20:57 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla atau JK menceritakan kedekatannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebab kedekatan tersebut, JK kerap memberi kritik dan saran kepada Anies.

"Ya kami dekat, karena pernah menjadi menteri (di masa pemerintahan Jokowi-JK), sama-sama HMI walaupun saya jauh lebih senior. Waktu di Universitas Paramadina, dia rektor dan saya dewan pembina," ujar JK dalam wawancara dengan Tim Majalah Tempo di kediamannya, bilangan Brawijaya, Jumat, 25 Juni 2022.

JK juga mengaku kerap memberikan masukan kepada Anies sebagai gubernur, terutama di tahun terakhir pemerintahannya ini. "Saya bilang, kalau orang ingin dinilai di republik ini, itu dinilai bagaimana kerjaannya selama menjabat. Jadi bukan berpidato, kampanye kemana-mana, tetapi sebagai gubernur you buat apa?" ujar Jusuf Kalla.

Menurut JK, Anies mendengar berbagai masukan darinya dan belakangan sudah terlihat fokus menunjukkan berbagai hasil kinerjanya. "Harus begitu. Jangan pergi pidato, belum waktunya kampanye. Tunjukkan dulu Anda bisa bikin apa?" ujar dia.

Di luar itu, Jusuf Kalla mengaku tidak ikut campur urusan Anies soal calon presiden atau bagaiamana cara mendapat tiket Pilpres 2024. "Dia tahu sendiri lah kalau itu," ujar dia sambil tertawa.

Dengan elektabilitas Anies yang berada di peringkat tiga teratas di sejumlah lembaga survei, JK menilai terbuka peluang bagi Anies dilirik partai-partai untuk diusung menjadi calon presiden. Sejauh ini, ada Partai NasDem yang sudah terang-terangan merekomendasikan Anies sebagai salah satu bakal calon presiden di Pilpres 2024.

"Sekarang ini kan ada yang punya partai, tapi tidak punya elektabilitas. Ada yang punya elektabilitas, tapi tidak punya partai. Bagaimana menggabungkan itu? Ini bukan pekerjaan mudah, karena itu tiap hari ada pertemuan-pertemuan. Jadi harus ada gabungan partai dengan calon yang memiliki elektabilitas," ujar JK.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Parlemen, Binawidya
wwwwww