Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
19 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
19 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
9 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Cak Imin Disentil Yenny Wahid: Bagaimana Mau Urus Rakyat, ke Pendiri PKB Saja Tak Ada Etika

Cak Imin Disentil Yenny Wahid: Bagaimana Mau Urus Rakyat, ke Pendiri PKB Saja Tak Ada Etika
Putri kedua Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid. (foto: Istimewa)
Minggu, 26 Juni 2022 19:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Putri kedua Presiden keempat Abdurrahman Wahid, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid terus melontarkan kritikan untuk Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar.

Kritikan itu ia sampaikan karena untuk membuka ruang argumentasi terhadap relasi NU dan PKB. Yenny menyayangkan sikap Cak Imin yang berani secara vulgar membuat pernyataan yang melecehkan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Imbasnya membuat akar rumput dan konstituen dari NU gelisah.

Ia pun mendesak agar para politisi NU untuk mengambil sikap atas pernyataan Cak Imin yang dalam bacaan Yenny telah melecehkan Ketum PBNU. "Seharusnya mengambil sikap dengan menjalin hubungan yang baik dengan NU bukan malah melecehkan. Ternyata kok ada yang kepancing terus saya dibuli di Sosmed. Saya jawab juga tapi saya bercanda aja, tapi kok tambah marah," kata Yenny di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/6/2022).

Dia menegaskan bahwa perseteruannya dengan Cak Imin untuk meluruskan sejarah. Dalam pandangan Yenny, saat ini seolah-olah ada upaya menghapuskan sejarah PKB. Selain itu, menisbahkan Gus Dur masih ada di PKB, padahal bagi Yenny Wahid sudah tidak.

Lebih lanjut, Yenny menjelaskan, sampai saat ini banyak masyarakat yang belum memahami bahwa Gus Dur lewat Muktamar Ancol telah dikeluarkan dari PKB. Menurutnya, fakta sejarah itu harus dikemukakan lagi kepada publik.

"Gunanya untuk melakukan pendidikan politik, agar dalam politik itu para politisi mengedepankan etika moral, ada etika dan ada moral,” ujarnya.

Menurutnya, jika sikap Cak Imin tidak mampu berubah, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat tidak akan mau mencalonkan Cak Imin sebagai calon presiden. "Kalau terhadap pendiri partai saja diperlakukan seperti itu, tentu kita khawatir bagaimana nanti akan memperlakukan rakyat, mendengarkan suara aspirasi memperjuangkan kepentingan mereka, kira-kira begitu. Itu yang menjadi keprihatinan saya," tandasnya.***

wwwwww