Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
16 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
23 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
19 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Peringatan Olympic Day 2022 Sampaikan Pesan Perdamaian

Peringatan Olympic Day 2022 Sampaikan Pesan Perdamaian
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Kamis, 23 Juni 2022 20:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari mengatakan NOC Indonesia akan menggelorakan misi perdamaian, sebagaimana tema yang diusung Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada perataan Olympic Day 2022 yang diperingati pada 23 Juni 2022.

“Melalui perayaan Olympic Day tahun ini, NOC Indonesia menyuarakan dengan sungguh-sungguh pesan perdamaian, sebagaimana tema yang diusung IOC yakni “Together for a better world,” kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari.

“Olahraga merupakan sarana yang tepat untuk membawa pesan ini karena olahraga menjadi alat komunikasi universal untuk mempersatukan, tanpa adanya diskriminasi dan hal lain. Meskipun berkompetisi menjadi juara, olahraga selalu dapat menunjukkan sisi persahabatan dan respek di lapangan.”

Aspek tersebut, dikatakan Okto, menjadi poin utama yang terkandung dalam Olympic Values atau nilai Olimpiade, yaitu excellence (keunggulan), friendship (persahabatan) dan respect (saling menghargai).

Tiga hal ini, dikatakan Okto, kian diperkuat melalui pilar baru Olympic Movement (Gerakan Olimpiade) yaitu sustainability (keberlanjutan), inclusion (keikutsertaan), solidarity (solidaritas) dan peace (perdamaian). Nilai-nilai ini yang diharapkan dapat membawa kontribusi besar bagi olahraga dunia.

Melalui peringatan Olympic Day, Okto juga menyuarakan pesan perdamaian bagi negara-negara yang tengah berkonflik. Sebab dalam tatanan regulasi olahraga internasional, tak hanya atlet yang akan dirugikan, tetapi juga dapat berimbas pada negara tersebut yang akan dilarang tampil di multievent internasional.

Okto juga mengajak federasi cabang olahraga nasional yang masih berselisih paham untuk bisa menyelesaikan situasi yang terjadi. Terlebih induk organisasi menjadi panutan dan pengayom bagi para atlet dan seluruh stakeholder-nya.

“Kepentingan olahraga bukan pribadi, tetapi kepentingan dan harkat derajat martabat bangsa. Dalam perjalanan friksi bisa saja terjadi, tetapi tujuan dan semangat kita satu, yakni membuat Indonesia Raya berkumandang di seluruh penjuru dunia dan bendera Merah Putih berkibar di puncak tertinggi. Kita harus tunjukkan olahraga Indonesia dapat bersatu demi terciptanya prestasi menuju kancah dunia yang lebih baik,” ujar Okto.

Pada 23 Juni 1894, delegasi dari 12 negara yang berkumpul di Sorbonne sepakat mendukung proposal Pierre de Coubertin untuk menyelenggarakan Olimpiade. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari lahir modern Olympic Movement dan berdirinya IOC.

Pada Januari 1948, tepatnya pada IOC Session ke-42, para anggota menyuarakan World Olympic Day. Ide ini kemudian direalisasikan lewat penyelenggaraan Olympic Day pertama pada 23 Juni 1948 oleh sembilan NOC, yakni Austria, Belgia, Kanada, Inggris Raya, Portugal, Swiss, Uruguay, dan Venezuela.

Perayaan Olympic Day kemudian menjadi tugas NOC di seluruh dunia untuk menyebarkan Olympic Values di negara masing-masing. Pada peringatan tahun ini, NOC Indonesia berencana menggelorakan Olympic Day lewat rangkaian program yang sudah dirancang Komisi Sport for All, baik secara daring melalui talk show dan semangat tagar #moveforpeace #olympic day maupun program luring.

Ketua Komisi Sport for All NOC Indonesia Ery Erlangga mengatakan telah menyiapkan rangkaian acara untuk menyebarkan gerakan Olimpiade di Tanah Air, mulai dari Pameran foto atlet-atlet yang akan menampilkan perjuangan atlet di SEA Games 2021 Vietnam dan acara puncak Olympic Day Run pada 11 September 2022.

“Kami ingin menyosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai usia dini hingga dewasa lewat program-program yang akan dijalankan Komisi Sport for All NOC Indonesia dalam peringatan Olympic Day tahun ini. Salah satunya dengan menggelar Olympic Day Run yang diharapkan dapat membuat gairah olahraga di Indonesia serta mengenalkan nilai-nilai Olimpiade,” tambah Ery. ***

wwwwww