Kata KemenPUPR soal Jembatan Buton-Muna
![]() |
| Desain Jembatan Buton - Muna. (foto: ist. via telisik) |
Penjelasan Yudha yang dikutip GoSumbar.com di Jakarta menyebut, Kementerian PUPR telah menyelesaikan desain Jembatan Buton-Muna sejak tahun 2020-2021. Desain itu telah mendapat persetujuan dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), "Meski demikian, perlu dilakukan kembali review desain dari Independent Proof Check (IPC)."
Baca Juga: Pemprov Sumbar Anggarkan Rp11,5 Miliar Bangun Jembatan Luhuang Padang Pariaman pada 2023
Baca Juga: Selama Libur Idul Fitri, 16 Ton Sampah Menumpuk di Jembatan Kelok Sembilan Setiap Hari, Pemkab Kerahkan 4 Kontainer
"Setelah itu kita mendapatkan notes," ujarnya.
Jembatan Buton-Muna, kata Yudha, rencanannya akan direntangkan diatas selat Baruta-Kolagana dan dibangun diatas lahan seluas 70 hektar yang dibagi masing-masing 35 hektar di Pulau Buton dan Muna.
Baca Juga: Foto: Arus Balik di Jembatan Layang Kelok Sembilan Padat Merayap
Baca Juga: Jelang Lebaran 2022, Jembatan Pantai Tiram Diupayakan Layak Dilalui Wisatawan
"Kebutuhan lahan ini antara lain untuk pembangunan jalan pendekat, rest area, fasilitas umum, wisata laut dan kantor pengelola," paparnya.
Jembatan Buton-Muna yang memiliki total panjang 2.969 meter tersebut memiliki panjang bentang utama sepanjang 765 meter dan terdiri dari bentang jembatan pendekat Pulau Muna sepanjang 186 meter dan bentang jembatan pendekat Pulau Buton sepanjang 525 meter. Adapun biaya pembangunan jembatan Buton-Muna diperkirakan mencapai Rp15 triliun dengan estiminasi pembangunan 4 tahun.
***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Balai Kota, Kampus |











