Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
Nusantara
23 jam yang lalu
Melangkah ke Panggung Nasional, Remaja Asal Bukittinggi Haura Isra Fitriani Wakili Sumatera Barat di Bali
2
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gandeng Kementerian Pekerjaan Umum Revitalisasi Kawasan Danau Buatan
3
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Gelanggang
24 jam yang lalu
Ajang Kencana Fight 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Agung Nugroho Dorong Petarung Jalanan Raih Prestasi di Ring
Home  /  Berita  /  Parlemen

Pengamat Prediksi Koalisi 'Semut Merah' Bakal Layu Sebelum Pemilu

Pengamat Prediksi Koalisi Semut Merah Bakal Layu Sebelum Pemilu
Silaturahmi kebangsaan PKB dan PKS. (Foto: Istimewa)
Senin, 13 Juni 2022 21:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Koalisi Semut Merah yang digagas oleh PKS dan PKB diragukan bisa bertahan hingga Pemilu 2024. Koalisi ini dinilai bakal menghadapi medan berat, bahkan sebelum berkembang seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) gagasan Golkar-PAN-PPP.

"Wacana koalisi Semut Merah yang digagas PKB dan PKS tampaknya akan layu sebelum berkembang," kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, kepada GoNews.co, Senin (13/6/2022).

Menurut Jamiluddin, ada dua pertimbangan utama mengapa koalisi ini bakal sulit bertahan hingga 2024. Pertama, berkaitan dengan ideologi kedua partai yang berseberangan.

Meskipun berlandaskan Islam, baik PKS dan PKB sejatinya memiliki ideologi keislaman yang berbeda. PKB sejauh ini merupakan partai politik poros keislaman yang kental dengan budaya kaum Nahdlatul Ulama (NU). Sementara PKS, cenderung puritan. "PKB dan PKS selama ini dinilai kerap berseberangan. Ideologi perjuangan kedua partai tampaknya kurang sejalan,” ucap Jamiluddin.

Jamiluddin juga menyinggung, keduanya memang sempat satu koalisi di era Susilo Bambang Yudhyono (SBY). Namun kala itu, koalisi dibentuk di bawah gagasan Partai Demokrat, bukan diprakarsai PKB maupun PKS.

"Dengan begitu, tampaknya sulit bagi kedua partai untuk menyatukan visi dan misi dalam mengusung presiden. Kedua partai akan terjebak pada ideologi perjuangan masing-masing," tuturnya.***

wwwwww