Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Mahfud Muncul, Analis: Sulit Pegang Omongan Presiden

Mahfud Muncul, Analis: Sulit Pegang Omongan Presiden
Presiden Jokowi dalam suatu kesempatan di istana. (gambar: tangkapan layar video ist.)
Senin, 07 Maret 2022 17:27 WIB
JAKARTA - Analis politik dari Universitas Paramadina, Septa Dinata menyatakan kepada wartawan, Senin (7/3/2022), bahwa sulit untuk percaya bahwa Presiden Jokowi akan menolak penundaan Pemilu/perpanjangan masa jabatan/penambahan periode jabatan presiden. Meskipun, Menko Polhukam Mahfud MD telah menyampaikan pernyataan resmi.

"Omongan presiden itu nggak bisa jadi pegangan apakah sebenarnya beliau mau atau tidak," kata Septa kepada GoSumbar.com.

Wacana penundaan Pemilu sendiri muncul dari usulan Ketum PKB Muhaimin Iskandar usai menerima masukan kalangan ekonomi. Menyusul, Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) juga menyatakan wacana serupa. Menurut Septa, wacana ini adalah operasi orang-orang di bawah Jokowi. Septa merujuk pada investigasi CNN Indonesia yang turut menyebut nama Menko Marves RI Luhut Binsar Pandjaitan.

"Nggak mungkin Pak Luhut berani bertindak tanpa ada lampu hijau dari Pak Jokowi, nggak mungkin," terang Septa.

Sebelumnya, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dikabarkan sempat bertemu dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, khusus untuk membicarakan usulan penundaan Pemilu dan Pilpres 2024. PAN diminta untuk mendukung dan harus disampaikan ke publik.

Dalam pernyataannya kepada CNN Indonesia, Zulhas menyatakan bahwa percakapannya dengan Luhut merupakan "komunikasi biasa."

Sementara Menko Mahfud dalam pernyataan virtualnya, Senin, menegaskan, "Di tubuh pemerintah sendiri tidak pernah ada pembahasan tentang penundaan Pemilu maupun penambahan masa jabatan presiden/wakil presiden baik untuk menjadi tiga periode maupun untuk memperpanjang 1 atau 2 tahun.".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus
wwwwww