Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
14 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
21 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pengungsi di Tenda Darurat Timbo Abu Talamau Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Pengungsi di Tenda Darurat Timbo Abu Talamau Mulai Terserang Berbagai Penyakit
Posko kesehatan atau pos medis pengungsi di Simpang Timbo Abu Talamau Pasaman Barat mulai menerima keluhan penyakit gatal-gatal.(antara/altas maulana).
Minggu, 06 Maret 2022 10:40 WIB
SIMPANG EMPAT – Pengungsi di Simpang Timbo Abu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek beberapa hari terakhir.

"Benar, pengungsi banyak datang ke posko pengobatan yang berdiri dekat posko pengungsian dengan keluhan gatal-gatal," kata petugas posko kesehatan Simpang Timbo Abu, Gina, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya setiap hari ada sekitar 10 orang yang datang berobat dengan keluhan gatal-gatal dan batuk serta pilek.

Sejauh ini, katanya masyarakat yang mengeluhkan itu masih dapat teratasi dengan obat-obat yang tersedia. "Untuk obat-obat masih tersedia dan tidak ada kendala," katanya.

Pihaknya sudah membuka posko pelayanan kesehatan sejak posko pengungsian ini ada pasca gempa Jumat (25/2).

Apalagi, katanya pengungsi di Simpang Timbo Abu cukup banyak karena banyak rumah warga rusak karena gempa karena daerah ini sudah berada di pinggang Gunung Talamau.

Ketua Pemuda Simpang Timbo Abu, Dodi mengatakan pengungsi hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian.

"Ada sekitar 56 tenda dengan 130 kepala keluarga pengungsi yang masih bertahan. Anak-anak sekitar 107 orang, 17 orang bayi dan ibu hamil 4 orang," katanya.

Untuk kebutuhan logistik pengungsi sudah terpenuhi hingga saat ini baik dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan sumbangan para dermawan.

Sementara itu Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Sumatera Barat menyatakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit terbanyak dikeluhkan korban gempa bumi di kabupaten setempat.

"Berdasarkan data hingga Jumat (4/3) lalu malam penyakit yang paling banyak adalah ISPA, sebanyak 334 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pasaman Barat dr Gina Alecia di Simpang Empat.

Kondisi ini terjadi karena ada infeksi di saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan demam. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Jakarta, Riau
wwwwww