Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
7 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Kampus

Pengamat: Perang Rusia-Ukraina Bisa jadi Momentum Indonesia Ulang Sejarah Inisiasi Gerakan Non Blok

Pengamat: Perang Rusia-Ukraina Bisa jadi Momentum Indonesia Ulang Sejarah Inisiasi Gerakan Non Blok
Ilustrasi perang Rusia-Ukraina. (foto: ist./cnbc)
Jum'at, 25 Februari 2022 16:42 WIB
JAKARTA - Pengamat Politik Luar Negeri Abhiram S. Yadav mengatakan, konflik dan perang Rusia dengan Ukraina telah berdampak langsung terhadap ganguan stabilitas politik, keamanan dan ekonomi global. Demikian Ia sampaikan tertulis, Jumat (25/2/2022).

"Kondisi geopolitik terkini di Eropa Timur ini berpotensi mengalami eskalasi yang meningkat dengan wacana intervensi NATO. Yang kemudian dapat berakibat terjadinya Perang berskala besar besaran. Bahkan dikhwatirkan dapat meningkat menjadi Perang Dunia III," kata Abhiram tertulis sebagaimama dikutip GoSumbar.com di Jakarta.

Situasi ini, menurut Abhiram bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk kembali menciptakan sejarah pergerakan Non-Blok dalam mengarahkan negara-bangsa agar tidak terjebak dalam kompetisi adu kekuatan global agar dapat menghindari terjadinya perang dunia ke 3.

"Untuk mencapai hal ini, diperlukan penyesuaian terhadap haluan-haluan konsepsi Presidensi G20 Indonesia agar kepentingan perdamaian dunia dapat konstruksi dengan tepat sehingga agenda G20 tidak terganggu dan prioritas-prioritas yang sudah direncanakan dapat tetap terlaksana secara paralel," kata Dia.

Dalam hal ini, pungkas Dia, "Sebelum perhelatan G20 dilaksanakan, Indonesia perlu menyuarakan aksi perdamaian baik secara verbal maupun aksi nyata".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Parlemen, Kampus, Kuliner
wwwwww